Banner Disperindag 2021 (1365x260)

BNPB Sebut Bencana Banjir di Indonesia Timur Dipicu Curah Hujan

BNPB Sebut Bencana Banjir di Indonesia Timur Dipicu Curah Hujan
Foto: Illustrasi bencana banjir.

Gemasulawesi- BNPB menyebutkan, bencana banjir di Indonesia belakangan ini, salah satunya dipicu curah hujan selama bulan Juli.

Hal itu sangat berpengaruh terhadap kejadian banjir, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah, seperti kawasan Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

“Di bulan Juli ini, beberapa provinsi mengalami kejadian bencana hidrometeorologi basah (banjir) bersamaan dengan kejadian bencana hidrometeorologi kering (karhutla),” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Agustus 2021.

Baca juga: Lakukan Pengrusakan, Satu Nelayan Toili Diamankan Polisi

Meskipun pada kabupaten/kota berbeda, fenomena bencana banjir akibat curah hujan ini menunjukkan anomali cuaca dalam skala lokal.

Terlihat sebagaimana terjadi di Aceh, yakni banjir sembilan kejadian dan karhutla sepuluh kejadian, dan Kalimantan Tengah yakni, banjir empat kejadian dan karhutla tujuh kejadian.

Dari analisis perbandingan kejadian bencana banjir di Indonesia pada Juli 2020 lalu, kejadian pada Juli 2021 cenderung mengalami penurunan.

Pada Juli 2020, kejadian bencana terjadi mencapai 208 kejadian, sedangkan pada tahun 2021 turun menjadi 130 kejadian atau sekitar 38 persen penurunan.

Sementara itu, dilihat dari jumlah korban meninggal dan hilang pada Juli tahun lalu dibandingkan pada Juli 2021, menurun secara drastis.

Pada Juli 2020, angka meninggal dunia mencapai 65 jiwa, sedangkan Juli pada tahun ini hanya lima jiwa.

Sementara terkait dampak kata dia, sektor permukiman, jumlah kerusakan turun hingga 91 persen pada Juli ini, dibandingkan dari total kerusakan rumah pada Juli tahun lalu.

“Secara keseluruhan dampak bencana pada Juli 2021, seperti jumlah orang terdampak dan mengungsi, jumlah orang terluka dan jumlah rumah rusak mengalami penurunan sangat signifikan dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Baca juga: 

130 bencana alam terjadi di Indonesia

Dia menyebutkan, tercatat 130 bencana alam terjadi di Indonesia, dengan rincian, bencana banjir terjadi 53 kali, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 42 kali, angin puting beliung 22 kali, tanah longsor 11 kali, gempa sekali, dan kekeringan sekali.

“Sejumlah kejadian bencana itu telah berdampak pada jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda maupun kerusakan fasilitas umum,” kata dia.

Dari sejumlah bencana ini tercatat setidaknya empat orang meninggal dunia dan satu lainnya hilang. Sementara, jumlah warga mengungsi akibat bencana pada Juli lalu sebanyak 215.865 jiwa.

Selain itu, BNPB juga mencatat, bencana selama Juli 2021 mengakibatkan total jumlah kerusakan rumah sebanyak 767 unit, fasilitas umum 13, dan jembatan 29.

“Jumlah kerusakan di sektor permukiman dikategorikan dalam tingkatan rusak berat dengan jumlah 232 unit, rusak sedang 255 dan rusak ringan 280,” tutupnya. (***)

Baca juga: Longsor, Jalur Trans Sulawesi Tengah Palu-Kulawi Terputus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post