fbpx

BMKG Peringatkan Lima Daerah Sulawesi Tengah Waspadai Hujan Lebat

waktu baca 2 menit
(Foto Ilustrasi)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peringatkan agar lima daerah di Provinsi Sulawesi Tengah untuk waspadai intensitas hujan lebat di tiga hari kedepan.

Hal tersebut dingkapkan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Fathan saat dihubungi di Palu, Rabu 25 Mei 2022.

“Lima daerah di Provinsi Sulawesi Tengah dimaksud adalah Kabupaten Donggala, Poso, Morowali, Morowali Utara dan Banggai serta negara bagiannya dalam status siaga hujan lebat,” ucap Fathan Rabu, 25 Mei 2022.

Fathan mengatakan, daerah-daerah yang masih berpotensi diguyur hujan lebat, sehingga perlu untuk waspada terhadap dampak hujan deras, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung.

Baca: Desa Talaga Kabupaten Donggala Sebagai Lokasi Pangan Nasional

Terkait hal itu tidak menutup kemungkinan ada dampak yang ditimbulkan oleh hujan, seperti longsor atau genangan air di beberapa tempat.

“Antisipasi itu perlu, sehingga peran aktif masing-masing pemerintah daerah (Pemda) dalam menyebarluaskan informasi cuaca sangat diperlukan karena kita update informasinya setiap hari,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan pantauan BMKG, massa udara dari arah tenggara masih ada sehingga menyebabkan pertumbuhan awan lebat yang secara langsung mempengaruhi Sulawesi Tengah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kalau potensi hujan ini masih terhitung dalam kategori normal.

“Hujan dengan intensitas sedang dan lebat tidak menutup kemungkinan merembet ke wilayah lain. Kami menghimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca melalui website resmi BMKG, serta informasi dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di lapangan.” ucap Fathan.

Dia menambahkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hinggalebat ini umumnya sering terjadi di siang, sore, dan malam hari dengan durasi tidak menentu.

Fathan juga menghimbau kepada warga pesisir dan nelayan untuk lebih memperhatikan tinggi gelombang. Saat awan hitam terbentuk, yang terbaik adalah untuk pergi menepi ke pantai. (*)

Baca: Petani Danau Poso Gelar Aksi Cor Kaki Protes Tuntut PLTA Poso Energy

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.