Banner Disperindag 2021 (1365x260)

BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Lebat di Sulawesi Tengah

BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Lebat di Sulawesi Tengah
Foto: Citra Satelit cuaca dari BMKG.

Gemasulawesi– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

“Masyarakat harus waspada akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah provinsi yang diperkirakan akan terjadi pada 15 hingga 20 Agustus 2021,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Selasa 17 Agustus 2021.

Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG menyebut waspada potensi hujan lebat disertai petir hingga angin kencang, seperti di Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Sulawesi Tengah Berpotensi Hujan Lebat

Himbauan waspada potensi hujan lebat dari BMKG juga meliputi Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara. Lalu di Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara.

Khusus di wilayah DKI Jakarta pada Selasa, potensi hujan disertai kilat dapat terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore dan malam hari.

Sementara di Jawa Barat, potensi hujan lebat disertai kilat dapat terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, Kabupaten Tasikmalayadan Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Majalengka, Banjar, dan Pangandaran pada siang menuju sore hari.

Dia menjelaskan, fenomena MJO itu bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30 hari hingga 40 hari.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah

fenomena gelombang Rossby

Sedangkan fenomena gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

“Sama halnya seperti MJO, ketika gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia,” kata dia.

Dia menjelaskan, potensi pertumbuhan awan hujan merupakan dampak dari peningkatan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial.

“MJO dan gelombang Rossby Ekuatorial adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya,” ungkapnya.

Di samping itu, selain peringatan waspada potensi hujan lebat BMKG menghimbau akan potensi bencana hidrometeorologi untuk lima hari ke depan berupa banjir atau banjir bandang akibat hujan lebat di Riau, Sumatra Barat dan Jambi. (***)

Baca juga: DPRD Sulawesi Tengah Nilai Testing dan Tracking Belum Masif Dilakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post