Banner Disperindag 2021 (1365x260)

BKPM: Investasi Green Energy di Kaltara Harus Libatkan UMKM

BKPM : Investasi Green Energy di Kaltara Harus Libatkan UMKM
Foto: Menteri Investasi, Bahlil.

Berita nasional, gemasulawesi– Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan, proyek investasi green energy di Kaltara, harus melibatkan UMKM sekitar daerah.

“Sehingga bisa mendongkrak perekonomian daerah setempat,” ungkap Bahlil saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa 27 Juli 2021.

Kebijakan investasi green energy di Kaltara, harus melibatkan UMKM itu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pihaknya meyakini, kawasan green energy yang bersifat hilirisasi itu akan mampu terealisasi.

Baca juga: Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi

Pihaknya menilai, realitanya pandemi covid-19 tidak memengaruhi pertumbuhan sektor usaha di bidang hilirisasi.

Dia mengatakan, proyek investasi green energy di Kaltara itu mencapai miliaran dollar Amerika Serikat (AS).

Investasi dari para investor dalam dan luar negeri itu untuk membangun kawasan green energy di Kaltara.

BKPM, investasi green energy di Kaltara itu bisa mendongkrak investasi di tahun 2021 ini.

“Belum saya buka sekarang, kita bangun besar-besaran investasinya puluhan billion dolar AS, kita akan bangun di Kalimantan Utara, tapi nanti yang akan umumkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marinves) aja,” kata dia.

Baca juga: DPRD Nilai Positif Penyiapan Tenaga Kerja di Parigi Moutong

Upaya pemerintah menarik investasi

Dia menyampaikan untuk menarik investasi di luar pulau Jawa, termasuk kawasan green energy di Kalimantan Utara, pemerintah telah melakukan berbagai upaya.

Pertama, memberikan insentif tidak bisa didapatkan di Jawa. Kedua, mengurus perizinan. Ketiga, membantu investor sampai dengan melakukan proses pembangunan dari investasi ditanamkan di dalam negeri.

“Jangan ada palak-palak, kalau pengusaha datang sudah kita palak duluan ya mereka akan berpikir datang ke daerah. Kita welcome untuk investasi dalam dan luar negeri,” ucapnya.

Adapun perkembangannya, realisasi investasi di luar pulau Jawa sebesar Rp 228,23 triliun di sepanjang semester I-2021.

Angka itu, setara dengan 51,5% dari total realisasi investasi Januari-Juni 2021 sebesar Rp 443,76 triliun. Sementara itu, untuk nilai investasi di Kalimantan Utara pada semester I 2021 mencapai Rp 1,23 triliun. Nilai investasi itu tersebar dalam 246 proyek.

“Persoalan sosial mereka izin-izin kita selesaikan, sehingga memberi rasa keyakinan. Selain itu, eksistensi dan politik, dan keamanan agar mereka jalan,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Sekda Harap Investasi Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post