BIN Sulawesi Tengah Lanjutkan Vaksinasi Lansia di Parigi Moutong

waktu baca 3 menit
Foto Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah lanjutkan kerja sama vaksinasi Covid-19 bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Parigi Moutong.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai saat ditemui Kamis 28 Juli 2022.

“Kerjasama ini tidak akan terputus jika pandemi terus berlanjut. Kami para pemkot tinggal melihat kesediaannya untuk melakukan vaksinasi di daerah ini,” ucapnya saat ditemui, Kamis 28 Juli 2022.

Ia mencontohkan, pada minggu pertama Agustus, pihaknya akan turun ke lapangan di beberapa kecamatan yang belum terjangkau untuk melakukan vaksinasi khusus bagi lanjut usia (lansia) Parigi Moutong  sekaligus mengimbau para lansia untuk divaksinasi.

Baca: Tanggul Jebol Picu Banjir Dua Desa di Wilayah Kecamatan Tomini

Dia mengakui bahwa orang-orang saat ini mulai mendapatkan vaksinasi tanpa adanya temuan atau gejala Covid-19.

“Saya sampaikan, kita tidak boleh lengah dengan tidak menjaga protokol kesehatan. Tetap kita jaga meski kasus corona di Parigi Moutong sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa vaksinasi umumnya tidak hanya dilakukan untuk yang lanjut usia (lansia), melainkan secara umum dihimbau agar datang ke puskesmas, baik dalam dosis satu, dua, dan dalam dosis booster.

Khusus untuk daerah terpencil, kata dia, BIN dan polisi terus melakukan vaksinasi di daerah terpencil seperti Tinombo, Palasa dan Tomini.

“Kalau ada waktu bersama pemerintah kecamatan, mereka naik gunung, jadi tidak ada yang terlewat. Semuanya diurus,” jelasnya.

Terkait ketersediaan vaksin, dia telah meminta seluruh Puskesmas di 23 kecamatan utama untuk melaporkan ketersediaan vaksin. Pasalnya, Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mengaku siap mendistribusikan vaksin jika diperlukan.

Adapun persentase warga Parigi Moutong yang divaksin, umum mencapai 80 persen sedangkan bagi pelajar dan lansia masih berada dibawah 50 persen karena telah diupayakan dari dosis satu, dua dan vaksin booster.

“Saat turun ke lapangan, kita akan mengumpulkan data lagi, untuk data lansia, berapa target lagi yang perlu divaksinasi,” katanya.

Sementara itu, Ellen Nelwan, Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, mengatakan kerjasama dengan BIN sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Di daerah terpencil, berbagai pemangku kepentingan terlibat, termasuk camat, kepala desa, dan kader Posyandu.

“Dulu kami menasihati masyarakat terpencil agar tidak ragu lagi saat menyuntik. Setelah ada kesepakatan, Alhamdulillah beberapa daerah sudah divaksin,” pungkasnya.

Ia mengatakan kegiatan vaksinasi bekerjasama dengan BIN lebih difokuskan pada lokasi yang sulit dijangkau, terisolasi, terpencil, tertinggal, dan berpotensi sasaran yang tinggi.

Ia mengatakan, targetnya dimulai dari dosis satu dan dua hingga booster dengan jenis vaksin yaitu Sinovac, Pfizer dan Moderna. (*/Ikh)

Baca: Partai Nasdem Luncurkan Dua Mobil Ambulance di Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.