Berita Parigi Moutong

Artikel berita parigi moutong kali ini, terkait upaya mencapai halaman satu google. Dengan menargetkan keyword serta optimasi tertentu, guna artikel sampai kepada khalayak ramai.

Apalagi, perkembangan teknologi serta kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat dan berimbang menjadi tantangan jurnalis serta media online saat ini.

Bahkan kecendrungan warga saat ini lebih menyukai live jurnalis citizen yang sudah banyak menjamur di beberapa platform media sosial.

Belum lagi mengingat sudah begitu banyak media online saat ini. Ditambah dengan media yang berada di Pulau Jawa terkhusus di Jakarta dirasakan sangat mendominasi pencarian google.

Hal itu sedikit tidaknya mempengaruhi trafik pencarian ke website atau media lokal seperti gemasulawesi.com.

Apalagi saat ini google sendiri sudah mengupdate algoritmanya. Dengan update terbarunya, banyak website yang ”nyungsep”. Bahkan, terbuang dari pencarian halaman pertama google.

Gemasulawesi sendiri bahkan terbuang dari beberapa target pencarian prioritas di google.

Baca juga: Kenapa Pantai Mosing? Ini Penjelasan Bupati Parigi Moutong

Artikel Berita Parigi Moutong, Menarik dan Menantang

Menarik dan menantang. Itulah gambaran kata-kata yang tepat untuk website dengan platform berita.

Untuk mencapai kembali target pencarian halaman pertama di google, secara otodidak kami mencari cara memecahkan algoritma google. Atau dengan kata lain, mencari tau apa yang disukai google dan apa yang tidak.

Kalau google menganggap tulisan atau artikel itu penting atau sesuai dengan yang diinginkannya, bukan tidak mungkin akan mendapat kepercayaan google untuk menempati halaman pertamanya.

Kenapa harus halaman pertama, alasannya mudah. Dengan menempati halaman pertama bahkan peringkat atas halamannya, bukan tidak mungkin akan mampu meraih trafik yang tinggi.

Website platform berita akan menargetkan pembaca atau trafik yang tinggi. Kebanggaan atau prestasi tersendiri, jika artikel atau berita yang disampaikan mendapatkan rating yang tinggi di pembaca.

Kami mesti mencari atau meriset jenis berita seperti apa yang diinginkan pembaca di dunia maya, khususnya warga Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Berita Sulawesi Tengah Terkini

Pandemi Covid 19 Tantangan Tersendiri Mencari Bahan Berita Parigi Moutong

Belum lagi, jurnalis dalam mencari berita parigi moutong mesti dihadapkan dengan pandemi covid 19.

Kami mesti mengukur jangan sampai lalai mengikuti protokol kesehatan diri sendiri ataupun narasumber yang ingin ditemui.

Dipastikan dahulu apakah narasumbernya tidak terpapar covid 19. Ataupun kantornya sudah steril dari covid 19.

Proteksi aman dari covid 19 itu penting di kalangan jurnalis. Satu saja jurnalis terpapar, akan sangat sulit untuk mentrackingnya.

Yang pastinya, narasumber dan rekan jurnalis lainnya rebtan ikut terpapar covid 19.

Baca juga: Jurnalis Itu ‘Trust Industri’

Berita Parigi Moutong Terpopuler 2020

Berita Parigi Moutong ini menempati halaman dua google hingga saat ini. Berikut artikelnya.

Kenapa Pantai Mosing? Ini Penjelasan Bupati dalam Berita Parigi Moutong Berikut Ini

Pantai mosing terletak di wilayah utara Kabupaten Parigi moutong tepatnya di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan. Bagi sebagian besar orang jarak tempuh ke Pantai Mosing hanya sekitar 1 jam setengah. Jaraknya dari ibu kota kabupaten kurang lebih 130 km.

Tapi bagi saya butuh waktu 2 jam lebih untuk sampai. Sehubungan memang fisik saya yang kesehatannya tidak fit dan saya juga mabuk perjalanan darat sehingga laju mobil hanya 60-70 km/jam.

Sudah lama saya ingin berkunjung dan melihat sendiri ada apa sebenarnya di pantai mosing? Tempat itu kerap menjadi perdebatan. Membuat saya penasaran. Sejumlah tudingan dari kalangan yang kontra dengan keberadaan tempat tersebut maupun argumentasi pembelaan dari kubu yang pro menjadi topik yang tidak ada habisnya untuk dibahas di Warung kopi.

Baca juga: Universitas Al-Khairaat Gelar Kemah Riset di Pantai Mosing

Keberangkatan kami, terdiri dari sejumlah wartawan media cetak maupun media online kesana juga tidak lepas dari hujatan maupun kritikan baik dari kalangan internal maupun kalangan luar. Bagi saya, pendapat maupun kritikan dari kalangan itu, ada sisi positifnya. Setidaknya dengan kritikan maupun hujatan yang muncul akibat kunjungan itu bisa menjadi alarm, agar saya tidak melupakan apa tugas pokok dan fungsi sebagai seorang jurnalis.

Pertemuan saya kali ini dengan bupati Parigi moutong, Samsurizal Tombolotutu, untuk kali pertama sejak pertemuan terakhir saya di tahun 2013. Kurang lebih tujuh tahun tidak bertatap muka dengan Bupati Samsurizal Tombolotutu.

Pada berita parigi moutong ini, kedatangan kami disambut baik dan ramah, walaupun selama ini kami terhitung sebagai wartawan yang kerap kali mengkritisi melalui tulisan sejumlah kebijakannya.

Kedatangan kami juga agak sedikit lambat, awalnya direncanakan siang sudah tiba di Mosing desa Siney kemudian bergeser menjadi sore hari.

Selain wartawan, kebetulan ada kawan kawan dari Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) Kabupaten Parimo juga di pantai mosing Desa Siney saat itu sehingga suasana bisa lebih rileks.

Kemana Arah Dukungan Politik Samsurizal Tombolotutu Pada Pilgub 2020?

Pertemuan diawali dengan diskusi ringan tentang perkembangan situasi politik Sulawesi tengah terkait Pilgub 2020 maupun terkait isu birokrasi Parigi moutong.

Ketua HPA Parigi moutong, Syafii Damar yang akrab disapa Apik dalam kesehariannya, membuka diskusi ringan dengan pertanyaan terkait arah dukungan Bupati Parigi moutong Samsurizal Tombolotutu dalam perhelatan Pilgub nanti.

Menanggapi pertanyaan itu, Samsurizal Tombolotutu menegaskan tidak ingin lagi terlibat dalam dunia politik.

“Saya ingin fokus saja mengurus sisa masa jabatan sebagai Bupati Parimo. Sudah cukup rasanya karir politik saya menjabat Bupati selama dua periode,” terangnya di Mosing Kamis 9 Juli 2020.

Rasa penasaran Apik belum terjawab. Ia kembali menanyakan tentang isu kunjungan bupati Parimo pada sejumlah Kabupaten di Provinsi Sulawesi tengah, apakah itu pertanda akan majunya Samsurizal mendampingi salah satu kandidat Gubernur?

Kembali Samsurizal Tombolotutu menegaskan ketidak inginannya terlibat lagi dalam urusan politik, ada alasan tersendiri terkait kunjungannya pada sejumlah Kabupaten di Sulteng tersebut.

“Ada pengusaha tambak yang lagi mencari lahan 5000 hektar di Sulawesi tengah, kebetulan kenalan saya. Jadi saya membantu mengkomunikasikan ke beberapa Kabupaten itu. Hanya itu maksud kunjungan saya. Tidak ada tendensi politik,” terangnya sambil tertawa.

Pertanyaan Apik selanjutnya adalah, bagaimana jika ada penawaran dari salah satu kandidat Pilgub untuk menjadi tim pemenangan di Parigi moutong?

Samsurizal Tombolotutu menjawab, tidak ingin menjadi tim sukses siapapun. Urusan politik sepenuhnya tidak ingin lagi diurusnya.

Dalam berita parigi moutong ini, kami memilih pertanyaan, Apa Alasan Samsurizal Tombolotutu Lebih Memilih Beraktifitas di Pantai Mosing Desa Sinei?

Cukup diskusi terkait politik Pilgub, sejumlah wartawan menyempatkan diri menanyakan alasan dari Bupati Parimo memilih lebih banyak di Mosing desa Siney dibanding di ibu kota Kabupaten Parimo.

“Tidak ada alasan khusus terkait itu, dan saya tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Di Ibu Kota Kabupaten ada wakil bupati yang siap. Saya tujuh tahun bekerja di Ibu kota Kabupaten dan kerap kali berkunjung ke arah selatan mengawal pembangunan,” jelasnya.

Kali ini kata dia, dengan waktu yang tersisa kurang lebih tiga tahun lagi masa jabatan sebagai bupati parigi moutong, ia berbagi tugas dengan wakil bupati Badrun Nggai. Ia bertugas mendekatkan pelayanan pemerintahan ke wilayah utara, sementara Wakil Bupati Badrun Nggai memberikan pelayanan kepada warga di Ibu kota Kabupaten dan sekitarnya.

“Disana sebagian besar warga sudah kenal pejabat ini dari dinas mana dan apa jabatannya. Tapi di wilayah utara tidak semua mengenal mereka. Belum lagi jarak tempuh yang cukup jauh yang harus ditempuh warga dari arah moutong hanya untuk mendapatkan sebuah tanda tangan,” tuturnya.

Desa Siney dianggapnya sebagai tempat yang bisa mengatasi persoalan jarak tempuh pelayanan pemerintah.

Berbagi tugas dengan wakil Bupati Parigi moutong, Badrun Nggai, diyakininya bisa mempermudah pelayanan dan pemerataan pembangunan.

“Warga Wilayah utara Parigi moutong ini juga masyarakat saya, sebagaimana halnya warga Ibu kota Kabupaten dan wilayah selatan Kabupaten Parimo,” ujarnya.

Terkait protes dari sejumlah kalangan tentang keberadaannya yang lebih banyak di pantai mosing Samsurizal menanggapi itu sebagai sebuah warna di era demokrasi.

“Semua silahkan berpendapat, namanya kita hidup di era demokrasi bebas berpendapat. Intinya agar tidak ada yang terbengkalai, tugas sudah kita bagi dan Alhamdulillah, pemerintahan di Ibu kota Kabupaten bisa berjalan dengan baik oleh wakil bupati Parimo Badrun Nggai dan Sekretaris daerah Ardi Kadir,” tuturnya.

Baca juga: Pukul Jurnalis, Organisasi Pers Palu Kecam Polisi

Satu Pasien Covid 19 di Kasimbar Parimo Meninggal

Berita parigi moutong, gemasulawesi- Pandemi virus corona kembali memakan korban. Hari ini, di Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah satu lagi pasien covid Kasimbar meninggal.

“Pasien covid Kasimbar meninggal dunia Jumat malam,” ungkap Jubir Penanganan Covid 19 Kabupaten Parimo, Irwan SKM, via sambungan telepon, Sabtu 23 Januari 2021.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong ini, pasien covid Kasimbar meninggal ini berjenis kelamin laki-laki.

Dengan tambahan satu lagi pasien covid Kasimbar meninggal, maka totalnya sudah delapan orang meninggal di Kabupaten Parimo.

Polres Parimo Tangkap Gembong Sindikat Curanmor

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Tim Black Panther Resmob Sat Reskrim Polres Parimo tangkap DPO sindikat Pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor.

Tim Black Panther Polres Parimo mengungkap dan menangkap gembong DPO sindikat Curanmor di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah 12 Januari 2021.

“DPO sindikat Curamor resedivis antar provinsi itu bernama inisial SA alias AT (27), suku Jawa, alamat Desa Karya Agung Kecamatan Taopa, Kabupaten Parimo,” ungkap Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong AKP DONATUS KONO didampingi Kanit Pidum AITU ANDRI J TEROK, Jumat 22 Januari 2021.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong ini, DPO sindikat Curanmor Parimo sudah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor sebanyak tujuh kali di tujuh TKP berbeda.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Satuan Narkoba Polres Parimo tangkap pelaku Narkoba di Kelurahan Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Pelaku Narkoba itu berinisial AB alias AC (48), pekerjaan swasta, alamat Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi,” ungkap Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka, SH., SIK dalam rilisnya di Parigi Moutong, Jumat 22 Januari 2021.

Kapolres mengatakan dalam berita parigi moutong ini, pelaku diproses hukum lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polres Parimo kata dia, terus gencar memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Parigi Moutong.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, roboh akibat hantaman angin puting beliung.

“Sekolah yang roboh akibat angin putting beliung itu adalah SD Terpencil Siti Masyita,” ungkap Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Adrudin Nur, di kantor Disdikbud Parimo, Jumat 22 Januari 2021.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong ini, pihaknya sempat meninjau ke lokasi SD itu. Terlihat, bangunan sekolah disana rata dengan tanah.

Melihat kondisi itu, pihaknya menyarankan untuk membangun kembali menggunakan sisa-sisa bahan bangunan yang layak dijadikan sebagai sekolah darurat.

Laporan: Muhammad Rafii