Berita Parigi Moutong Terkini

Berita parigi moutong terkini memuat kabar terbaru seputar Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, yang terjadi di tengah masyarakat.

Berbagai jenis berita parigi moutong terkini disuguhkan di situs gemasulawesi secara terus menerus, tiap hari.

Mulai dari jenis hukum kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, desa dan berbagai berita parigi moutong terkini lainnya.

Saat ini yang sedang menjadi perhatian di daerah bahkan secara nasional adalah penanganan covid 19 yang dimuat dalam tagline berita parigi moutong terkini di gemasulawesi.

Terkait perkembangan covid 19 di Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, kasus kumulatif positif covid 19 semakin meningkat. Dalam berita parigi moutong terkini di gemasulawesi memuat info tentang Satgas membutuhkan alat PCR.

Juru bicara Satgas Covid 19, Irwan S.K.M, M.Kes dalam berita parigi moutong terkini gemasulawesi, saat rapat terkait PCR bersama Wabup dan Forkompimda  mengatakan, pembelian alat PCR sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong terkini, alat PCR merupakan metode pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 dengan mendeteksi DNA Virus.

Upaya cegah penyebaran virus corona di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diperlukan diagnosa cepat. Sehingga, penerapan isolasi pandemi dapat berjalan sesuai standar kesehatan.

Sejumlah dokter miliki keluhan. Setiap pemeriksaan Swab tes, hasilnya akan keluar paling cepat satu minggu. Bahkan, ada yang sampai dua atau tiga minggu. Sebab, di Parimo belum ada PCR.

Hal itulah kata dia, yang melatarbelakangi rencana pengadaan alat PCR untuk kebutuhan selama pandemi covid 19.

Baca juga: Kabupaten Parimo Butuh Alat PCR

Satgas Covid 19 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkoordinasi dengan Kemenkes untuk pengadaan alat Polymare Chain Reaction.

Ia menjelaskan, saat koordinasi Kemenkes menyebut tipe metode PCR dan modifikasinya harus sama dengan PCR yang sudah ada di wilayah terdekat Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan, sehingga bisa dikondisikan dengan wilayah terdekat atau Laboratorium kesehatan terdekat.

Ia mengatakan, sebelum pengadaan alat PCR, maka Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sudah mesti tersedia.

Ia menyebutkan, terkait Labkesda Satgas covid 19 berkoordinasi dengan manajemen RSUD Anuntaloko.

RSUD Anuntaloko kata dia, terkendala dengan kurangnya analisis kesehatan yaitu tenaga khusus menangani laboratorium.

Kurangnya analis kesehatan disebabkan banyak yang sudah pindah tugas ke daerah lain, khususnya ketika terangkat menjadi ASN.

Sementara itu, Wakil Bupati Badrun Nggai menyampaikan agar segera melengkapi persyaratan penggunaan PCR.

Ia menegaskan, lengkapi persyaratannya, siapkan gedungnya maupun tenaga kesehatannya. Akan jadi percuma, jika alat PCR sudah ada. Namun, tidak bisa digunakan apabila persyaratannya tidak terpenuhi.

Ia juga mengatakan, secepatnya menghubungi distributor untuk mensosialisasikan, sekaligus memaparkan cara penggunaan alat itu.

Ia menghimbau, Satgas Covid 19 Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membentuk tim terkait pengadaan PCR.

Sementara terkait penanganan covid 19 dalam berita parigi moutong terkini, ribuan dosis vaksin covid Sinovac yang akan digunakan untuk vaksinasi telah tiba di Parimo, Sulawesi Tengah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parimo, dalam berita parigi moutong terkini, Elen Ludia Nelwan mengatakan, vaksin covid Sinovac gelombang pertama yang dijemput akhirnya berjumlah 2680 vial. Setelah sebelumnya direncanakan 1300 vial.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong terkini, ribuan dosis vaksin covid Sinovac yang tiba di Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diperuntukkan untuk tenaga kesehatan (Nakes).

Gelombang pertama ribuan dosis vaksin covid Sinovac dalam berita parigi moutong terkini di situs gemasulawesi, tiba di kantor Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulteng, Rabu 3 Februari 2021, sekitar pukul 17:30 Wita.

Penjemputan ribuan dosis vaksin covid Sinovac ke Dinkes Provinsi Sulteng dalam berita parigi moutong terkini, mendapat pengawalan ketat aparat keamanan.

Personil TNI dan Polisi bersenjata mengamankan kedatangan mobil pengangkut ribuan dosis vaksin covid Sinovac.

Ellen menuturkan dalam berita parigi moutong terkini, pencanangan vaksinasi akan dimulai 8 Februari 2021 di gedung Kantor Bupati.

Ia mengatakan, sebanyak 17 orang yang terdiri dari unsur Forkopimda Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit ikuti pencanangan vaksin covid 19.

Setelah selesai pencanangan vaksin, vaksinasi akan dilanjutkan ke setiap Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam berita parigi moutong terkini, pendistribusian vaksin ke setiap Puskesmas akan mulai dilakukan 4 Februari 2021.

“Tenaga kesehatan kami targetkan selesai vaksinasi akhir Februari 2021,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulteng target vaksinasi Nakes akan selesai Maret 2021.

“Kami optimis vaksinasi covid 19 tahap awal untuk 23151 Nakes di Sulawesi Tengah dapat selesai pada Maret 2021. Sesuai dengan target sebelumnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dr I Komang Adi Sujendra.

Ia mengatakan, tahap pertama pelaksanaan vaksinasi covid Sinovac Sulteng pada Januari 2021, diawali dari Kota Palu.

Setelah dari Kota Palu, vaksinasi covid Sinovac kemudian dilanjutkan ke kabupaten atau kota yang berbatasan dengan ibu kota Sulteng.

Vaksinasi covid 19 Sulawesi Tengah juga menyasar petugas pelayanan publik lainnya. Meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum.

Ia mengucapkan dalam berita parigi moutong terkini, petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat juga jadi prioritas kami.

Ia menyebut, pelaksanaan penyuntikan ribuan dosis vaksin covid Sinovac di Sulteng tahap ketiga, pada medio April 2021-Maret 2022. Sedangkan tahap empat dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022.

Sasarannya dalam berita parigi moutong terkini adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendukung rencana Pemda mengadakan alat PCR covid 19.

“Faktor penyebaran kasus covid 19 yang semakin masif, sehingga diperlukan PCR,” ungkap Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, di ruang kerjanya, Rabu 3 Februari 2021.

Ia mengatakan, sekitar Rp 30 miliar yang dianggarkan untuk penanganan pandemi virus corona di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Dan pembelian alat PCR covid 19 diyakini mampu memutus mata rantai penyebarannya.

Kabupaten Parimo dan seluruh daerah lainnya wajib memiliki alat metode pemeriksaan Covid 19 dengan mendeteksi DNA virus.

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid 19, Irwan, SKM., M.Kes, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, mengatakan membutuhkan alat PCR covid 19.

“Pembelian alat itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19,” ungkapnya.

Ia mengatakan, alat PCR covid 19 merupakan metode pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19 dengan mendeteksi DNA Virus.

Upaya cegah penyebaran virus corona di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memerlukan diagnosa cepat. Sehingga, penerapan isolasi pandemi dapat berjalan sesuai standar kesehatan.

“Sejumlah dokter miliki keluhan. Setiap pemeriksaan Swab tes, hasilnya akan keluar paling cepat satu minggu. Bahkan, ada yang sampai dua atau tiga minggu. Sebab, di Parimo belum ada PCR,” tuturnya.

Hal itulah kata dia, yang melatarbelakangi rencana pengadaan alat PCR virus corona untuk kebutuhan selama pandemi virus corona.

Satgas Covid 19 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkoordinasi dengan Kemenkes untuk pengadaan alat Polymare Chain Reaction.

Ia menjelaskan dalam berita parigi moutong terkini, saat koordinasi, Kemenkes menyebut tipe metode PCR dan modifikasinya harus sama dengan PCR yang sudah ada di wilayah terdekat Parimo.

Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan, sehingga bisa dikondisikan dengan wilayah terdekat atau Laboratorium kesehatan terdekat.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong terkini, sebelum pengadaan alat PCR covid 19, maka Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sudah mesti tersedia.

Ia menyebutkan dalam berita parigi moutong terkini, terkait Labkesda, Satgas covid 19 berkoordinasi dengan manajemen RSUD Anuntaloko.

RSUD Anuntaloko, Parigi Moutong dalam berita parigi moutong terkini diterangkan, terkendala dengan kurangnya analisis kesehatan yaitu tenaga khusus menangani laboratorium.

Disebutkan dalam berita parigi moutong terkini, kurangnya analis kesehatan disebabkan banyak yang sudah pindah tugas ke daerah lain, khususnya ketika terangkat menjadi ASN.

Berita parigi moutong terkini lainnya adalah Imunisasi Vaksin Covid 19 di Parimo Terkesan Tertutup

Sangat disayangkan pelaksanaan imunisasi vaksin covid 19 di Parimo, Sulawesi Tengah, terkesan tertutup. Hal ini memunculkan pertanyaan apa yang coba penyelenggara sembunyikan.

Saat imunisasi vaksin covid 19 di teras Kantor Bupati Parimo dalam berita parigi moutong terkini, sejumlah wartawan yang hendak meliput dilarang mengambil moment itu.

Sejumlah wartawan dilarang memasuki area pelaksanaan pencanangan vaksinasi covid 19. Padahal, salah satu item program penanganan covid 19 di Parimo, Sulawesi Tengah, yang menyedot anggaran daerah sekitar 30 Miliar Rupiah itu, perlu diinformasikan seluas-luasnya kepada warga.

Dalam berita parigi moutong terkini, Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Wulandari Marasobu yang dikonfirmasi di lokasi imunisasi vaksin covid 19 mengatakan, Dinkes tidak berniat membatasi ruang akses wartawan untuk meliput.

Wulandari memberikan pembelaan dalam berita parigi moutong terkini. Ia mengatakan hanya membatasi aktivitas di area utama kegiatan vaksinasi covid 19,” tutur Wulandari memberi pembelaan.

Ia mengatakan, pihaknya hanya memberikan ruang kepada petugas atau vaksinator di area imunisasi vaksin covid 19, Kantor Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, supaya tidak terjadi kerumunan dalam berita parigi moutong terkini.

Namun, kebijakan pembatasan aktivitas di area utama vaksinasi covid 19 terbilang kontradiktif bahkan diskriminatif. Pasalnya, ada beberapa fotografer dan videografer dengan bebas mengambil gambar. Dan berada di area yang seharusnya steril dari siapapun kecuali petugas vaksinasi.

Penyelenggara memberikan akses kepada fotografer dan videografer itu berkeliaran, dengan memberikan tanda pengenal khusus ke area utama imunisasi vaksin covid 19, yang menurut mereka adalah area steril.

Tidak menutup kemungkinan fotografer dan videografer itu belum steril dari covid 19.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, H Badrun Nggai, mengaku tidak tahu menahu dengan pengaturan dalam pelaksanaan vaksinasi covid 19 itu.

Ia juga mengaku tidak tahu siapa saja yang diberikan ID Card khusus tim dokumentasi Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya memohon agar rekan-rekan wartawan legowo terhadap hal itu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto Tongani mengatakan dalam berita parigi moutong terkini. Jangan membatasi ruang bagi media massa menyebarluaskan informasi imunisasi covid 19.

Ia menuturkan, jangan ada pembatasan, imunisasi vaksin covid 19 wajib disebarluaskan ke publik supaya rakyat mengetahui. Dan informasi seperti ini jangan di tutup-tutupi.

Menurutnya, tugas media massa sangat membantu pemerintah menyebarluaskan informasi. Terlebih pemberitaan mengenai penanganan virus corona.

Oleh karena itu, dalam berita parigi moutong terkini dia meminta pada kegiatan imunisasi gelombang kedua nanti, Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebagai instansi teknis terkait perlu memberikan ruang kepada media massa. Untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya terkait imunisasi vaksin covid 19 ke publik.

“Kami selaku bagian dari penyelenggara pemerintahan memohon maaf dan menyesalkan insiden ini. Kami harap ke depan hal-hal seperti ini tidak lagi terulang,” tuturnya.

Untuk berita parigi moutong terkini lainnya sebagai berikut.

Dalam berita parigi moutong terkini, Polsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, tangkap Pasangan suami istri atau Pasutri asal Parimo yang bawa sabu.

“Kami amankan Pasutri asal Desa Tinombo, Parimo, yang diduga membawa Narkoba jenis sabu di tasnya,” ungkap Kapolsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, Iptu Rustang, Selasa 9 Februari 2021.

Ia mengatakan dalam berita parigi moutong terkini, Pasutri asal Parimo sedang bawa 200 paket kecil dan empat paket besar Narkoba jenis sabu, saat operasi Giat Razia Rayonisasi di depan Terminal Induk Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin 8 Februari 2021 malam, pukul 21.00 WITA.

Diketahui dalam berita parigi moutong terkini, Pasutri asal Parimo, Sulawesi Tengah itu berinisial MF (25) dan BD (32), warga Desa Tinombo, Kecamatan Tinombo.

Selain Pasutri asal Parimo, aparat kepolisian juga menemukan dua orang pria berinisial MR (21) dan AG (17) membawa dua paket ukuran sedang yang diduga narkoba jenis sabu. Dalam berita parigi moutong terkini, mereka adalah warga Desa Oti, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Iya kami juga amankan dua orang pria warga Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Saat ini barang bukti bersama kendaraan yang dipakai terduga pelaku sudah dilimpahkan ke Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Palu untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah kami kami amankan barang bukti bersama kendaraannya di Polres Palu,” tuturnya.

Diketahui, penyalahgunaan Narkoba diatur dalam Undang-Undang. Diantaranya, Pasal 114, 119 dan 124 UU Narkotika.

Pasal 114 UU Narkotika untuk golongan I diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika untuk Golongan II dengan berat narkoba melebihi lima gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Pasal 124 UU Narkotika untuk Golongan III dengan berat melebihi lima gram. Pelaku dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Dalam berita parigi moutong terkini, Pasutri asal Parimo dan dua warga Donggala, Sulawesi Tengah, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berita parigi moutong terkini lainnya sebagai berikut.

Menurut berita parigi moutong terkini, dihilangkannya ujian nasional di Parimo, Sulawesi Tengah, membuat Disdikbud akan perkuat proses pembelajaran di sekolah.

“Kami lakukan itu untuk bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) anak didik,” ungkap Kadisdikbud Parimo, Sulawesi Tengah, Adrudin Nur, di Parigi, Selasa 9 Februari 2021.

Dalam berita parigi moutong terkini, meningkatkan SDM anak didik tanpa ujian kesetaraan dan ujian nasional di Parimo, menjadi tantangan. Ditambah dengan kondisi darurat pandemi covid 19. Apalagi selama ini, syarat kelulusan ditentukan setelah melewati ujian akhir.

Sesuai surat edaran Mendikbud nomor 1 tahun 2021 menurut berita parigi moutong terkini ini, ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan atau program pendidikan. Usai dihilangkannya ujian nasional di Parimo, Sulawesi Tengah.

Syarat pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi covid 19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

Syarat kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Dan ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan tiap satuan pendidikan masing-masing.

“Itu respon atas keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan,” tuturnya di berita parigi moutong terkini, menjelaskan alasan dihilangkannya ujian nasional di Parimo, Sulawesi Tengah.

Sementara itu, dalam surat edaran itu menjelaskan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan (ujian sekolah) sebagai penentu kelulusan peserta didik. Bisa dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes luring atau daring. Atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan satuan pendidikan.

Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, misalnya penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya.

Ketentuan itu berlaku juga untuk ujian sekolah yang berfungsi sebagai ujian kenaikan kelas.

Sekolah dapat menyelenggarakan ujian akhir semester yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna. Dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Kemudian, khusus untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), peserta didik SMK dapat mengikuti uji kompetensi keahlian (UKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Semua ketentuan dalam SE itu harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi covid 19.

Ia menambahkan dalam berita parigi moutong terkini. Ujian nasional di Parimo, Sulawesi Tengah, tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di tahun 2021.

Baca juga: Masuk Parimo Wajib Perlihatkan Rapid Tes