Berikut Tujuh Himbauan Pemda Parigi Moutong Soal Penyebaran Corona

  • Whatsapp
Berikut Tujuh Himbauan Pemda Parigi Moutong Soal Penyebaran Corona
Himbauan Bupati Parigi Moutong terkait pencegahan corona.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) mengeluarkan himbauan terkait penyebaran covid-19 atau corona yang sudah menjadi pandemi di Indonesia.

“Himbauan itu sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid 19 di Kabupaten Parigi Moutong. Dan menindaklanjuti himbauan Menteri PAN dan RB RI,” bunyi himbauan Bupati Parigi Moutong, Minggu, 15 Maret 2020.

Bacaan Lainnya

Berikut himbauan Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu:

Pertama, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berusia 50 tahun keatas dibolehkan bekerja dari rumah namun tetap  mengaktifkan HP android 24 Jam.

Kedua, bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan pelayanan publik, membatasi waktu pelayanan hingga pukul 11.00 WITA. Dan seluruh OPD memulangkan  pegawai pukul 14.00 WITA dengan tetap memperhatikan mekanisme daftar hadir.

Ketiga, OPD tidak melaksanakan upacara hari senin dan apel biasa setiap hari kerja, himbauan dan perintah pimpinan disampaikan melalui medsos atau grup whatsapp resmi Pemda.

Keempat, Dinas Pendidikan dan Kebuudayaan Parigi Moutong menghimbau kepada seluruh sekolah TK, SD dan SMP untuk mengurangi jam pelajaran dan memulangkan siswanya lebih awal.

Kelima, Dinas Kesehatan dan seluruh pelayanan kesehatan masyarakat, pro aktif dan mengambil langkah kongkrit serta tindakan medis apabila terdapat gejala penyebaran virus Corona.

Keenam, tidak melaksanakan kegiatan dengan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar baik di dalam maupun di luar gedung.

Ketujuh, himbauan Bupati Parigi Moutong ini berlaku mulai 16 Maret 2020 sampai 14 hari kerja kedepan.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan Corona mengatakan, penyebaran virus corona sebagai bencana nasional.

“Bukan darurat nasional. Ini sudah bencana nasional. Darurat nasional gimana? Kalau dipegang BNPB kan sudah bencana nasional ini,” ungkap Achmad Yurianto dikutip dari kompas, Sabtu 14 Maret 2020.

Ia menyampaikan hal itu, menanggapi surat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta Presiden Jokowi mendeklarasikan darurat nasional virus corona.

Namun demikian, sampai saat ini, pemerintah tidak akan melakukan lockdown atau mengisolasi suatu daerah yang diwaspadai sebagai penyebaran virus corona.

“Lockdown bukan pilihan. Untuk saat ini bukan pilihan,” tutupnya.

Baca juga: Cegah Corona, PGRI Desak Hentikan Aktivitas di Sekolah

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.