Berikut Rilis Kasus Kejari Parimo 2020-2021

Berikut Rilis Kasus Kejari Parimo 2020-2021
Foto: Presscon rilis kasus di Kejari Parimo.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kejaksaan Negeri Parimo, Sulawesi Tengah, rilis kasus Kejari Parimo sepanjang tahun 2020-2021. Dalam rangka merayakan Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-61 tahun.

“Terdapat kasus pidana umum dan khusus,” ungkap Kepala Kejari Parimo, Muhamat Fahrorozi saat konfrensi pers di Aula Kantor Kejari, Kamis 22 Juli 2021.

Kajari merinci rilis kasus Kejari Parimo sepanjang tahun 2020-2021, untuk pidana umum pihaknya telah menerima 113 perkara dari Kepolisian.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Parimo, Sulawesi Tengah, Jadi Tersangka

Rilis kasus untuk pidana khusus, pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penerimaan realisasi pembayaran pembebasan lahan, dengan anggaran bersumber dari APBD Parimo tahun 2015-2016.

Penyidikan dilakukan, berdasarkan surat perintah nomor 679/P:/16/PFB.1/7 tanggal 5 Juli 2021.

Ia menjelaskan, penanganan kasus dugaan korupsi itu dilakukan atas pengembangan penyidikan telah dilakukan Kejaksaaan tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.

“Dimana kami lebih fokus pada penyimpangan, terjadi para pemilik lahan, bekerjasama dengan panitia pembebasan lahan,” jelasnya.

Rilis berikutnya, Kecabjari Tinombo juga tengah melakukan penyidikan dengan dua perkara, dengan tahap pemeriksaan sejumlah saksi.

“Berkaitan dengan penyidikan memang masih dalam proses, dilakukan pemanggilan-pemanggilan saksi,” tambahnya.

Penanganan kasus itu diakuinya, berjalan dengan lambat sebab berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19, karena dikhawatirkan para jaksa terpapar dan semakin menghambat proses penanganan kasus. 

Penyelamatan aset daerah

Kemudian, ada dua MOU, dan lima Surat Kuasa Khusus (SKK), pada perdata tata usaha negara.

Hasil penanganan, pihaknya telah melakukan penyelamatan aset daerah, berupa satu unit kendaran dinas milik Dinas Kesehatan Parimo, Sulawesi Tengah, dengan nilai Rp300 juta lebih.

“Kendaraan ini ada di daerah Toraja, kami minta dikembalikan. Setelah dikembalikan, kami langsung serahkan ke Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Penyelamatan aset juga dilakukan Kejari Cabang Tinombo, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Lombok dengan nilai aset sekitar Rp4 juta lebih, berupa alat kesehatan yang dibawa tenaga kesehatan.

Kejari terus berupaya melakukan pengembalian aset daerah, terhadap orang-orang yang sebelumnya bekerja dijajaran Pemda Parimo.

Dan saat mereka telah menjalani pensiun atau berhenti namun membawa serta aset-aset itu.

baca juga: Pasca Banjir, Warga Purwosari Parimo, Sulawesi Tengah, Kerja Bakti Perbaiki Tanggul

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post