Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Beresiko Tinggi, Selandia Baru Batasi Perjalanan dari Indonesia dan Fiji

Beresiko Tinggi, Selandia Baru Batasi Perjalanan dari Indonesia dan Fiji
Foto: Illustrasi covid19 di Selandia Baru.

Gemasulawesi– Diberi label beresiko tinggi penularan covid19, Pemerintah Selandia Baru batasi perjalanan dari Indonesia dan Fiji.

“Negara berisiko sangat tinggi karena meningkatnya jumlah kasus virus corona. Pemerintah membatasi perjalanan dari dua negara itu,” ungkap Menteri Covid-19 Selandia Baru, Chris Hipkins dikutip dari Reuters, Rabu 11 Agustus 2021.

Tingginya kasus Covid19 di berbagai negara hingga mesti menutup perbatasan hingga awal 2022. Bahkan, Selandia Baru batasi perjalanan warganya dari Indonesia dan Fiji.

Baca juga: Kota Palu Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Usaha

Mereka sedang menggenjot target vaksinasi sebelum membuka kembali perbatasan.

Selandia Baru melaporkan kasus penularan Covid19 terakhir pada Februari. Meski demikian negara ini tetap menerapkan kebijakan ketat untuk mencegah masuknya varian Delta dari luar negeri.

Selandia Baru batasi perjalanan dari Indonesia dan Fiji. Kedua negara itu masuk label beresiko tinggi.

Hipkins mengatakan Selandia Baru batasi perjalanan dari Indonesia dan Fiji, untuk warga negara Selandia Baru.

“Pembatasan untuk pasangan dan anak-anak serta orang tua dari anak-anak yang merupakan warga negara Selandia Baru,” sebutnya.

Pelancong lain, termasuk warga Selandia Baru, diharuskan menghabiskan 14 hari di luar Indonesia sebelum terbang ke Selandia Baru.

“Strategi eliminasi tak hanya dianggap layak tapi juga pilihan terbaik saat pandemi ini,” menurut sebuah laporan.

Baca juga: Lima Kabupaten di Sulawesi Tengah Masuk Zona Merah Covid 19

Perdana Menteri tutup perbatasan Selandia Baru Maret 2020

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menuai pujian karena sukses menahan transmisi lokal Covid19 melalui penguncian ketat.

Ia menutup perbatasan pada Maret 2020. Negara ini hanya mencatat 2.500 kasus dan 26 kematian.

Akibat penguncian wilayah, bisnis dan sektor publik kekurangan pekerja. Pengusaha menyerukan agar pembukaan wilayah dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Covid Poso Sulawesi Tengah Meningkat, Manajemen Akan Tutup

Namun, hal itu ditentang panel karena akan membuat Selandia Baru rentan terhadap infeksi.

Pekan lalu Ardern membuka perjalanan bebas karantina satu arah untuk pekerja musiman dari Samoa, Tonga, dan Vanuatu untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di industri hortikultura. (**)

Baca juga: Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post