Berbekal Peta Dasar BIG, Ratusan Desa Dapat Tentukan Batas Secara Defenitif

274
Berbekal Peta Dasar BIG, Ratusan Desa Di Parigi Moutong Dapat Tentukan Batas Secara Defenitif
Kegiatan Delineasi BIG dan Bagian PUM Setda Parimo (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.comBerbekal Peta dasar dari Badan Informasi Geospasial (BIG), ratusan desa di Kabupaten Parigi moutong (Parimo) sudah dapat menentukan batas desa secara defenitif.

Menurut tim tim Pusat Pemetaan Batas Wilayah BIG, Muhammad Sofwan, penentuan batas desa di Parigi Moutong secara faktual membutuhkan peta citra satelit atau peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) per masing-masing desa.

“Sampai hari ke empat pelaksanaan kegiatan delineasi batas wilayah, Pemdes sudah punya gambaran awal untuk menarik patok batas desa,” ungkapnya usai kegiatan delineasi kerjasama BIG dan Bagian PUM Setda Parimo di Aula Kantor Bappelitbangda, Rabu, 2 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, sudah 18 Kecamatan yang memiliki peta dasar dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Tinggal menyisakan empat kecamatan lagi untuk menentukan peta delineasi batas wilayah tanpa kesepakatan.

Pada kegiatan ini kata dia, pihaknya bersyukur dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan Pemdes, walaupun jarak lokasi desa dengan tempat kegiatan cukup jauh.

“Nanti, setelah Pemdes sudah melaksanakan penarikan patok batas wilayah secara defenitif, dokumennya dapat diupload ke situs resmi BIG,” jelasnya.

Setelah dokumen batas desa defenitif telah diupload lanjut dia, pihaknya akan memberikan informasi secara gratis bagi semua pihak yang ingin mengakses data melalui laman resmi BIG.

Diketahui, percepatan penegasan batas wilayah desa, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Parimo dilakukan melalui beberapa tahapan.

Menurut Tim Badan Informasi Geospasila (BIG), tahapan percepatan penegasan batas antara lain penentuan dokumen penetapan batas, pelacakan garis batas, pemasangan pilar disepanjang garis batas, pengukuran dan penentuan posisi pilar batas, serta pembuatan peta garis batas dengan koridor tertentu.

“Untuk tahap pertama penentuan dokumen dasar, BIG sudah memiliki peta dasar penetapan batas yang akan ditindak lanjuti Pemda,” terangnya.

Tahapan selanjutnya, pembentukan tim penegasan batas wilayah terdiri dari camat, desa dan kabupaten. Setelah dibentuk, tim turun ke lapangan dengan membawa data peta pelacakan dasar dari BIG termasuk peta citra.

Setelah disepakati penentuan batas secara defenitif kata dia, langkah selanjutnya kemudian memberi titik koordinat dilanjutkan dengan memberi batas misalnya lewat patok.

Kemudian, setelah seluruh tahapan penentuan batas secara defenitif selesai, Pemda Parimo segera melapor ke BIG. BIG kemudian memperbaharui data, dan terakhir Perbup Parimo penetapan batas secara defenitif dikeluarkan.

Menurutnya, peta itu akan sangat bermanfaat buat Kabupaten Parimo. Selain itu, BIG belum menyediakan data tentang rawan bencana tetapi hanya menyediakan peta dasar. Peta dasar itu dapat diberikan kepada instansi dan lembaga terkait seperti BNPB.

“Jadi Badan perencanaan daerah dapat membuat peta perencanaan tata ruang daerah terpadu, dengan memperhatikan peta dasar serta tematik yang sudah tersedia di BIG dan instansi atau lembaga nasional lainnya,” tutupnya.

Baca juga: Petakan Batas Wilayah Administrasi Parimo, Pemda Kerjasama Dengan BIG

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.