Bentuk PKBM di Desa, Disdikbud Gaet DPMPD Parimo

0
211
Bentuk PKBM di Desa, Disdikbud Gaet DPMPD Parimo
Illustrasi PKBM Desa

Parimo, gemasulawesi.com Bentuk Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di desa, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) gaet Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Parigi moutong (Parimo).

Pembentukan PKBM di desa merupakan salah satu cara Disdikbud Parimo mewujudkan program Parimo Cerdas.

“Kami hingga saat ini masih berupaya mendorong kemajuan warga di bidang pendidikan,” ungkap Kabid Paud dan Pendidikan Non Formal Disdikbud, Nurlina Sani, di ruang kerjanya, Jumat, 30 Agustus 2019.

Kemajuan kualitas pendidikan di desa lanjut dia, dapat didukung melalui pembentukan PKBM, atas inisiatif warga desa secara mandiri.

Untuk memudahkan warga desa bentuk PKBM kata dia, Disdikbud telah berkoordinasi dengan DPMPD Parimo.

Pasalnya, sebagai OPD yang bertugas melakukan pendampingan terhadap desa, DPMPD Parimo memiliki akses lebih dekat dengan aparat dan warga desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi membentuk PKBM.

“Jika DPMPD memfasilitasi pembentukan PKBM, dianggap lebih cepat menarik minat warga desa. Bahkan, program kegiatannya pun dapat menyentuh langsung dengan kebutuhan warga,” terangnya.

Perlu diketahui lanjut dia, kegiatan di PKBM bukan hanya soal pengentasan warga putus sekolah untuk mendapatkan ijazah paket.

Namun, lebih kearah pengembangan kecakapan hidup. Contohnya, Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) juga menjadi bagian kegiatan pembelajaran di PKBM.

Sayangnya, hingga saat ini baru sekitar tujuh kelompok warga yang merspon pembentukan lembaga PKBM di desa mereka.

“Kami belum bisa pastikan kendalanya. Namun, kami telah keluarkan tujuh rekomendasi pengurusan izin operasional PKBM,” tegasnya.

Dia melanjutkan, selain pendidikan non formal, akses pendidikan formal yang bisa dijangkau sesuai dengan standar minimal pendidikan, juga sedang diupayakan Disdikbud Parimo saat ini.

Harapannya, tercipta ketersediaan pendidikan dimulai dari Pendidikan anak usia dini (Paud), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Misalnya sedapat mungkin setiap desa memiliki PAUD, setiap tiga kilo meter terdapat SD dan SMP setiap enam kilo meter. Semua ini demi menjamin pendidikan seluruh masyarakat Parimo terlayani, demi mewujudkan program prioritas Parimo cerdas,” tutupnya. ADV

Tinggalkan Balasan