fbpx

Bentrok Mahasiswa Papua Dengan Aktivis BMI Sulawesi Selatan

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Bentrok yang terjadi antara mahasiswa Papua dengan Aktivis Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan pecah di Kota Makassar, pada hari Rabu 08 Juni 2022, dilaporkan sebanyak enam aktivis BMI Sulawesi Selatan dilarikan kerumah sakit.

Hal itu diungkapkan oleh Hanif Muslim salah seorang pengurus BMI Sulawesi Selatan.

“Ada enam aktivis Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan yang saat ini dirawat di RS Labuang Baji Makassar,” ucap anggota Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Hanif Muslim.

Di antara enam aktivis BMI yang terluka juga ada Hanif Muslim dan juga pimpinan BMI Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, mereka yang terkena lemparan batu.

Baca: Gempa Magnitudo 5,8 di Kabupaten Mamuju Tidak Berpotensi Tsunami

Saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari terjadinya bentrokan antara mahasiswa Papua dengan Aktivis Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan tersebut.

Dari aksi tersebut terlihat mahasiswa Papua yang membawa spanduk bertuliskan “Cabut OOD Otsus, Tolak DOB, Gelar Referendum di atas tanah Papua”.

Mereka menggelar aksi di depan asrama mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Lanto Dg Pasewang, kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi tersebut dikawal oleh pihak kepolisian. Namun tiba-tiba sekelompok orang datang dan mencoba membubarkan protes yang berujung terjadinya bentrokan.

Organisasi BMI Sulawesi Selatan dikenal sangat menentang segala bentuk aksi mendukung kemerdekaan Papua. Setiap kali ada demonstrasi menuntut kemerdekaan Papua, BMI Sulawesi Selatan selalu ada untuk menghentikannya.

Ketua BMI Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli menegaskan akan selalu berusaha membubarkan siapapun yang menggelar aksi unjuk rasa menuntut kemerdekaan Papua.

“Papua tidak boleh lepas dari Indonesia. Kita adalah Papua. Oleh karena itu, kita anak bangsa harus bisa membela Papua dan berusaha melawan pihak-pihak yang menginginkan Papua merdeka dan merdeka. dari dalam NKRI, NKRI harga mati,” ucap Ketua BMI Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli. (*)

Baca: Warga Makassar Digegerkan Penemuan 7 Janin Membusuk di Kamar Kost

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.