Pemda Siapkan 4 Juta Benih Udang Vaname Buol

Pemda Siapkan 4 Juta Benih Udang Vaname Buol
Foto: Illustrasi benih udang vaname.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Pemda menyiapkan segala sesuatunya untuk upaya budidaya. Salah satunya benur atau benih udang vaname Buol.

“Dalam waktu dekat Pemkab Buol akan membeli 4 juta benur yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat,” ungkap Bupati Buol Amirudin Rauf, di Buol beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, Pemda juga akan mengadakan 300 ribu benih udang vaname Buol untuk diberikan kepada masyarakat. Yang tergabung dalam kelompok pembudidaya udang.

Karena itu, Bupati meminta agar bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat, betul-betul diberikan kepada yang membutuhkan.

Baca juga: Tiga Desa Jadi Lokasi Ternak Udang di Parigi Moutong

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan agar ketika benur dan nener lobster yang akan diberikan ke masyarakat, untuk disimpan dulu beberapa hari di tambak percontohan itu.

“Simpan dulu di sini beberapa hari, agar bisa beradaptasi. Masyarakat yang akan mendapatkan bantuan juga diberikan pelatihan dulu bagaimana cara mengembang biakan. Jangan sampai mati benih itu. Begitupun kalau mau dimasukkan ke tambak atau empang, jangan langsung dimasukkan saja,” sebutnya.

Bupati menginginkan agar semua kelompok calon penerima bantuan untuk diberikan arahan terkait bantuan kegiatan agar tidak salah dalam pelaksananya.

Ia meminta untuk mengatur agenda, kumpulkan semua kelompok penerima berikan arahan yang baik dan benar agar tidak salah.

Baca juga: Samsurizal: Perikanan Budidaya Parigi Moutong Sangat Strategis

“Saya akan hadir memberikan arahan sekaligus mengecek kelompok penerima. Apakah benar-benar memang masyarakat yang berhak menerima,” ucapnya.

4 Juta Benih Udang Vaname Buol, Dukung Pusat Pengembangan Industri Nasional

Kabupaten Buol menjadi satu dari lima kabupaten di Indonesia yang dipilih menjadi pusat pengembangan industri udang vaname nasional.

Program ini merupakan kerjasama lintas departemen yakni menko maritim, pengelola kelautan, pengelola PUPR, Bappenas, dan kantor Staf Kepresidenan.

Baca juga: Bertambah, Satu Pasien Positif Corona Asal Kota Palu Sulteng

Tahun ini untuk kelautan membangun tambak contoh di kampung bugis dengan luas areal kurang lebih 5 ha. Tahun depan kementerian PUPR membuat dan menyusun SID (perencanaan) untuk 1000 ha.

“Yang paling penting dari pencanangan Udang Vaname sebagai program strategis ekonomi daerah adalah sistem pengelolaanya berbasis komunitas atau kelompok. Jadi, kita akan dapat mengelolah lahan yang luas, namun kolektif komunitas akan sangat berpengaruh, dalam peningkatan produksi dan pembukaan lapangan pekerjaan semua” urainya.

Ia mengatakan, masyarakat yang ingin terjun dalam budidaya udang Vaname ini, cukup siap dengan lahan maksimal 0,5 Hektar.

Dan membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Pemda melalui pemerintah pusat siap mendanai segala biaya produksi, baik tekhnologi maupun pakan sampai dengan panen perdana.

Baca juga: Sulawesi Terkini, Akibat Gagal Panen Produksi Petani Tolai Turun 60 Persen

“Tahun depan kami sedang mengupayakan pengadaan Eskavator Rawa, untuk suksesnya program ini,” jelasnya.

Sebagai program strategis ekonomian daerah, tentu efek domino dari program ini adalah pertumbuhan ekonomi rakyat dan pembukaan lapangan kerja yang luas.

Contoh kasus di Kelurahan Buol Dusun Bhuoyong, Panen perdana menghasilkan 2.5 ton.Hasil produksi ini dapat menghasilkan laba bersih ratusan juta rupiah. Dengan hasil ini dapat meningkatkan perekonomian rakyat.

Selain pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, proyeksi lapangan udang Vaname dapat membuka pekerjaan yang luas, otomatis mengurangi angka pengangguran.

Baca juga: Kunker Menteri Kelautan dan Perikanan ke Parigi Moutong, Ini Agendanya

“Jika di asumsikan 1 hektar menyerap 2 tenaga kerja bahkan lebih. Maka proyeksi Tahun 2021 yang di rencanakan mencapai 1000 hektar, kurang 2000 tenaga kerja yang terserap ke dalam sektor ini, yang otomatis pengangguran dapat berkurang,” terangnya.

Tentu manfaat program ini akan sangat besar bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini merupakan komitmen penuh Pemda khususnya Bupati Buol Amirudin Rauf dalam mewujudkan Buol maju dan sejahtera.

Baca juga: Menteri Kelautan Tabur Bibit Udang di Tomoli Sulawesi Tengah

Sebagaimana diketahui Kabupaten Buol menjadi salah satu dari lima Kabupaten di Indonesia,yaitu Kab.Sukamara, Kabupaten Aceh Timur, Kab.Lampung Selatan, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Buol yang dipilih menjadi Pusat Pengembangan Klaster Tambak Udang Berkelanjutan dalam mendukung Peningkatan Produksi Industri Udang Nasional dengan direncanakan Pengembangan Kawasan Industri Udang Nasional seluas lahan diatas 1000 Hektar di Kabupaten Buol.

Baca juga: RSUD Anutapura Kota Palu Stop Terima Pasien Covid 19

Hal ini telah dibahas dalam rapat Koordinasi Teknis Nasional oleh Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Produksi Industri Udang Nasional yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perencanaan Nasional/Bappenas, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kemendes, daerah tertinggal dan transmigrasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PLN SULUTENGGO, Badan Pertanahan dan beberapa kelembagaan terkait bersama Pemerintah Kabupaten Buol.

Baca juga: 300 Orang Ikuti Swab Massal Parimo Hari Pertama

Tahun ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPT.

Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar KKP membangun Percontohan Klaster Tambak Udang Berkelanjutan Intensif di Kelurahan Kampung Bugias dengan luas areal lahan kurang lebih 5 Hektar dengan 10 Kolam Produksi.

Baca juga: Ini Cara Cek Penerima BST Kemensos Pada Laman DTKS

Dan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan Bantuan Paket Sarana dan prasarana Udang sebanyak 40 Paket untuk 20 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kabupaten Buol, sehingga di Tahun 2021 pada Triwulan 1 produksi Udang ditargetkan sebanyak 100 Ton.

Terkait Kawasan Diatas 1000 Hektar oleh Pokja Perencanaan Peningkatan Produksi Industri Udang Nasional, yaitu terdiri dari Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian PUPR lagi menyusun Master Plan dan SID Kawasan dimaksud.

Baca juga: Mardani Ali Sera Dukung Pengusutan Tuntas Kematian Enam Laskar FPI

Udang Vaname, Komoditas Strategis Ekonomi Buol

Saat ini komoditas udang bernilai ekonomi tiggi, mencapai USD250 miliar atau sekitar Rp3,6 miliar setiap tahun.

Indonesia sendiri urutan urutan ketiga sebagai negara pengekspor udang di pasar dunia setelah Thailand dan India. Jenis udang yang diekspor oleh Indonesia di antaranya adalah udang windu dan udang vaname.

Nilai produksi secara Nasional pada tahun 2019 sebesar Rp 36,22 triliun dan menjadi besar pada tahun 2024, bernilai Rp 90,30. Produksi dari 517.397 ton pada tahun 2019, menjadi 1.290.000 ton pada 2020.

Baca juga: Rizal Ramli Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun 2021 Akan Bermasalah

Amirudin Rauf, selaku Bupati Buol juga akan fokus mensinergikan program pemerintah pusat tersebut di daerah.

Caranya, dengan menjadikan Udang Vaname sebagai primadona ekonomi baik untuk peningkatan kesejahteraan dampak pada pembukaan lapangan kerja secara luas.

“Sejak Tahun 2019, Kabupaten Buol sudah mulai menggalakan budidaya Udang Vaname, dengan membuat beberapa tambak percontohan. Tahun 2020, kami sedang membuat tambak perkontohan dengan skema skema, tepatnya di Kelurahan Kampung Bugis dengan Anggaran Miliaran rupiah dan memanfaatkan lahan kurang lebih 5 hektar. Kita akan jadikan budidaya udang Vaname ini sebagai program strategis ekonomi daerah,” urainya.

Baca juga: BKKBN Sulteng Harap Layanan KB di Parimo Meningkat

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post