Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Belasan Ribu WNA Tinggalkan Indonesia, China Terbanyak

Belasan Ribu WNA Tinggalkan Indonesia, China Terbanyak
Foto: WNA tinggalkan Indonesia.

Berita nasional, gemasulawesi– Berdasarkan data Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Soekarno-Hatta, tercatat sekitar 12 ribu WNA tinggalkan Indonesia dan pulang kembali ke negara asalnya.

“Alasan kepergian mereka, kami tidak mengetahui,” ungkap Kabid Tikim Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Sam Fernando di Jakarta, Selasa 27 Juli 2021.

Data Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Soekarno-Hatta, mencatat sejak 1 hingga 23 Juli 2021 kemarin, ada 2056 WN China.

Baca juga: Eazy Passport, Imigrasi Palu Datangi Pemohon Penerbitan Paspor

Padahal diketahui, sejauh ini belum terdengar pengumuman resmi dari pemerintah asal WN China meminta warganya angkat kaki dari Indonesia.

WNA tinggalkan Indonesia lainnya adalah Jepang. Sebanyak 2387 WN Jepang, kembali ke asalnya karena diminta pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

Sama halnya dengan WN Arab Saudi sebanyak 455 orang, pulang kampung sesuai instruksi pemerintah.

Mulai munculnya vasian Delta sangat mudah menular, diduga menjadi kekhawatiran mereka, sehingga banyak WNA tinggalkan Indonesia.

Ditambah lagi, penuhnya fasilitas medis dan kurangnya oksigen di rumah sakit, ditengah meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Indonesia sendiri tercatat menjadi negara urutan ke-4 dengan kasus corona terbanyak di Asia. Menurut data Worldometers per Selasa, RI miliki total lebih dari 3,1 juta kasus infeksi dan lebih dari 84 ribu kasus kematian.

Kepulangan WNA itu juga diikuti warga Korea Selatan 1.537 orang, Amerika Serikat 1.280 orang, Prancis 794 orang, Inggris 664 orang, Rusia 644 orang, Jerman 563 orang, Belanda 475 orang, dan India 449 orang.

Bahkan, WNA Asia Tenggara juga tercatat memilih keluar dari RI, seperti 353 warga Filipina, 207 warga Thailand, 295 warga Malaysia, dan 112 warga Singapura.

Pemerintah mitigasi resiko investasi

Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah bisa lebih dulu memitigasi resiko turunnya realisasi investasi di kuartal mendatang dengan berbagai strategi, menyusul pulangnya sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) ke negara asalnya, akibat meningkatnya kasus Covid-19 di Indoneia.

“Salah satunya dengan mendeteksi perusahaan-perusahaan banyak memulangkan tenaga ahli dan mencari solusi agar pekerja itu bisa cepat kembali,” Bahlil dalam konferensi pers digelar secara virtual, Selasa, 27 Juli 2021.

Dia meyakini, keluarnya pekerja asing dari  Indonesia akan berpengaruh terhadap penyelesaian proyek investasi di dalam negeri. Negara telah menarik warganya meliputi Arab Saudi hingga Jepang. (***)

Baca juga: Ringkus Bandar Narkoba di Tatanga, 52 Gram Sabu Diamankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post