Zona Hijau dan Kuning di Sulteng Bisa Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp
Zona Hijau dan Kuning di Sulteng Bisa Belajar Tatap Muka KBM
Zona Hijau dan Kuning di Sulteng Bisa Belajar Tatap Muka (Foto: Illustrasi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Gubernur Sulteng menyebut zona hijau dan kuning pada masa pandemi virus corona, bisa melaksanakan belajar tatap muka.

“Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dibuka untuk tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SMA Negeri Olahraga (SMANOR) di Sulteng,” ungkap Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, di Kota Palu, Rabu 26 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng melalui Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah se-Sulteng dapat membolehkan satuan pendidikan sesuai kewenangannya melakukan pembelajaran tatap muka.

Terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk pembukaan KBM tatap muka. Yaitu, melakukan pembelajaran secara bertahap ke sekolah yang memenuhi standar sarana prasarana pencegahan covid-19.

Selain itu, satuan pendidikan telah memiliki surat pernyataan orang tua murid yang mengizinkan anaknya melakukan belajar tatap muka di sekolah seluruh wilayah Sulteng, pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan paling cepat pada 1 Oktober 2020 untuk kelas X.

“Sementara, untuk kelas XI dan XII pembelajaran dilakukan secara daring, luar jaringan (luring), menggunakan modul atau pembelajaran lainnya,” urainya.

Ia mengatakan, implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan menjadi tanggung jawab Kepala Disdikbud Provinsi Sulteng, kepala cabang dinas wilayah, kepala satuan pendidikan dan orang tua.

Selanjutnya, Kepala Disdikbud Provinsi Sulteng agar menerbitkan pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 sesuai kewenangannya.

“Apabila dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah menjadi zona orange atau zona merah. Berdasarkan keputusan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sulteng, kepala satuan pendidikan satuan pendidikan wajib menutup kembali,” tambahnya.

Khusus bagi SMK, yang melakukan pembelajaran praktik, mata pelajaran produktif diperbolehkan di semua zona dengan ketentuan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selanjutnya, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) dilakukan dengan mempertimbangkan daerah tujuan terdekat, daerah tujuan prakerin bukan zona merah terpapar covid-19.

“Pembiayaan yang timbul karena adanya kegiatan prakerin tidak memberatkan orang tua siswa dan tidak memaksakan kepada siswa yang tidak memiliki biaya. Pelaksanaan prakerin menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan SMK dan orang tua siswa,” terangnya.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.