Begal Dada Mahasiswi di Manado, Pelaku Diduga Anggota Brimob

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Begal dada seorang mahasiswi, oknum anggota Brimob di Kota Manado, Sulawesi Utara, diduga terlibat pelecehan seksual terhadap mahasiswa. Oknum Anggota Brimob berinisial YB tersebut melakukan pelecehan diduga dengan cara membegal payudara seorang mahasiswi yang berinisial AP.

Kuasa hukum mahasiswi AP, Jelvitson Budiman mengatakan, pelecehan begal dada mahasiswi itu bermula pada saat korban mengendarai sepeda motor menuju kos rekannya di Bahu, kota Mdenga, pada Selasa malam, 05 April 2022.

“Itu benar, itu dilaporkan dua bulan yang lalu. Tapi sejauh ini belum ada perkembangan,” ucap Kuasa hukum mahasiswi AP, Jelvitson Budiman saat dikonfirmasi, pada hari Senin 13 Juni 2022.

Kuasa hukum mahasiswi AP, Jelvitson Budiman mengatakan, pelecehan tersebut bermula saat korban mengendarai sepeda motor menuju kos rekannya di Bahu, kota Mdenga, pada Selasa malam, 05 April 2022.

Baca: Diduga Terlibat Pemukulan, Aktor Laga Iko Uwais Dipolisikan

“Jadi hari Selasa, 05 April 2022 sekitar jam 8 malam. Pelapor dan temannya pergi mengambil buku dari teman pelapor di belakang kantor rektor Unsrat,” ucapnya.

Saat itu, korban dan temannya melewati area belakang pagar rektorat Unsrat Manado, disini mahasiswi AP dan rekannya melewati YB yang terlapor bersama tiga rekan laki-laki lainnya.

Namun, korban kaget dengan kelakuan YB. YB diduga melecehkan secara seksual sambil memegang payudara AP.

“Saat sedang melintas, oknum ini sontak langsung memegang payudara korban,” jelasnya.

Usai dicengkeram dadanya, mahasiswi AP itu langsung berteriak dan melaporkan perilaku YB kepada warga sekitar.

YB yang diinterogasi warga setempat membantah melakukan pelecehan tersebut, sehingga warga dan YB pun terlibat adu mulut.

“Jadi dia sempat mengelak dari warga karena sudah dikerumuni oleh orang-orang yang bertanya kepadanya. Namun, dia tetap menghindari melecehkannya dan akhirnya terlibat adu mulut dengan warga setempat,” ucapnya.

Warga yang sudah kesal pada akhirnya akan mengeroyok ke YB karena dianggap tak berpendidikan karena perilakunya. Namun karena merasa terdesak akan dihakimi, YB kemudian mengaku sebagai anggota Brimob dengan menunjukkan identitasnya.

“Warga sudah emosi, akhirnya yang terlapor menunjukkan identitasnya kalau dia memang benar merupakan anggota Brimob di Manado,” ucap Jelvitson.

Usai kejadian, warga membubarkan diri. Namun, AP dan rekannya tidak menerima pelecehan itu dan akhirnya mengajukan pengaduan polisi ke Polresta Manado.

Terkait kasus ini, Kasi Humas Polresta Manado Iptu Sumardi waktu dikonfirmasi terpisah, belum memberikan jawaban. (*)

Baca: Ini Profil Eks Napi Korupsi AKBP Brotoseno Yang Masih Bertugas di Polri

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.