fbpx

Meningkat 295 Persen, Tahun 2021 Penerimaan Bea Cukai Morowali 617 Miliar

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Petugas Bea Cukai Morowali Sedang Melakukan Pemeriksaan Fisik.(Foto/istimewa)

Berita Morowali, gemasulawesi- Meningkat 295 persen, Bea cukai Morowali berhasil mengamankan penerimaan negara senilai 617 miliar rupiah. Angka tersebut lebih tinggi dari target pencapaian Rp 209 miliar yang telah ditetapkan sebagai target penerimaan bea cukai morowali untuk tahun 2021.

Walaupun perlambatan volume perdagangan dunia sedang terjadi akibat pandemi covid-19 kinerja tidak mengalami penurunan.

Baca: Musyawarah Cabang IBI Kota Palu Ke-V Resmi Dibuka

“Terpenuhinya target penerimaan 2021 tersebut ini didorong oleh meningkatnya geliat perdagangan baik ekspor maupun impor di bawah pengawasan Bea Cukai Morowali,” terang Kepala Bea cukai Morowali, Rubiyantara dalam rilisnya kepada gemasulawesi.com Sabtu, 25 Desember 2021.

Lanjut Rubiyantara, secara nasional penerimaan bea masuk didukung oleh menguatnya nilai tukar tahunan rupiah terhadap dollar amerika (USD). Untuk di Morowali sendiri terdapat tambahan sentimen positif di mana importasi barang modal untuk pertambangan di Morowali juga mengalami kenaikan. Menurutnya, realisasi penerimaan sebesar 295% dari target dengan nilai Rp617 miliar adalah sebuah kinerja yang luar biasa bagi Bea Cukai Morowali.

Baca: Petinggi Bea Cukai Diduga Gelapkan Emas Puluhan Triliun

Selain mengamankan penerimaan, Bea Cukai Morowali bersama Kanwil DJBC Sulbagtara juga senantiasa mendorong dan mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dan menggerakkan geliat perekonomian daerah. Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan pemberian fasilitas fiskal kepada pelaku usaha pertambangan lokal di Kabupaten Morowali Utara. Pada Selasa 21 Desember 22, Bea Cukai Morowali bersama dengan Kanwil DJBC Sulbagtara menghadiri pemaparan proses bisnis PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) dalam rangka pemberian Fasilitas Kawasan Berikat.

Baca: http://181 warga binaan

Ia menyampaikan, dengan adanya pemberiaan fasilitas fiskal, atas barang-barang yang diimpor oleh kawasan berikat diberikan kemudahan berupa penangguhan, penundaan, keringanan atau pembebasan bea masuk dan pajak. Kemudian kedepannya atas pemberian fasilitas tersebut akan meningkatkan daya saing produk ekspor di pasar global, karena biaya produksi menjadi jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar (actual price). Diharapkan, hal tersebut dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat dan menyerap tenaga kerja pertambangan dari masyarakat di Kabupaten Morowali Utara.

Baca: Tarif Cukai Hasil Tembakau Naik

Sementara itu, Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara, Erwin Situmorang, menyampaikan PT GNI telah memenuhi semua syarat untuk mendapatkan fasilitas Kawasan berikat meliputi pemaparan proses bisnis berupa profil usaha, proses produksi, running live IT Inventory dan CCTV, dampak ekonomi, dan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan sehingga kemudian diberikan izin Kawasan berikat.

“Kedepannya, PT GNI akan mendapatkan banyak fasilitas fiskal dalam urusan impor dan ekspor,” kata Erwin Situmorang. (*/fan)

Baca: Sistem Layer Cukai Tembakau Hambat Penurunan Jumlah Perokok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.