Bea Cukai Bangun Rumah Sakit Paru Karawang dari Uang Cukai Tembakau

waktu baca 2 menit
Foto: RS Paru Karawang.

Berita nasional, gemasulawesi- Bea Cukai merealisasikan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) berupa pembangunan Rumah Sakit Paru Karawang dengan pemerintah daerah setempat.

Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Bea Cukai Purwakarta dengan Pemerintah Daerah Karawang membangun rumah sakit, menggunakan DBHCHT senilai Rp152,6 miliar dan telah menampung ribuan pasien termasuk yang terdampak covid 19,” ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat, Senin 28 Juni 2021.

Rumah Sakit Paru Karawang merupakan RS pertama dibangun Pemerintah daerah Karawang menggunakan DBHCHT sudah mulai beroperasi sejak Maret 2020 lalu, dan mendapat predikat rumah sakit kelas C dengan kapasitas maksimal 66 pasien.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020, DBHCHT adalah bagian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. DBHCHT dimaksud ditransfer ke daerah penghasil cukai dan/atau penghasil tembakau.

Realisasi DBHCHT dianggarkan dengan pembagian 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang penegakan hukum dan 25 persen untuk bidang kesehatan, salah satunya penyediaan sarana/prasarana fasilitas kesehatan.

Baca juga: Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal, KPPBC Palu Cegah Kerugian

“Salah satu alokasi DBHCHT untuk fasilitas kesehatan juga meliputi pembangunan baru sarana/prasarana seperti RS di Karawang telah direalisasikan ini,” ujarnya.

Total DBHCHT untuk periode 2021 di wilayah Jawa Barat telah mencapai Rp401,6 miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Karawang sendiri, jumlah DBHCHT tahun 2021 sebesar Rp96,9 miliar.

Dana itu, merupakan hasil dari penerimaan negara berasal dari pendapatan cukai dan pajak rokok telah dikumpulkan Bea Cukai di wilayah Jabar.

Sementara itu, besaran pendapatan cukai hingga pertengahan 2021 di wilayah kerja Bea Cukai Purwakarta yang telah terkumpul sebesar Rp11,82 Triliun, dan pajak rokok sebesar Rp1,23 Triliun.

Sedangkan pada 2020 lalu terkumpul pendapatan cukai sebesar Rp28,19 Triliun, dan pajak rokok Rp2,94 Triliun.

Keberadaan Rumah Sakit Paru Karawang ini, tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar di bidang kesehatan, dan diharapkan realisasi DBHCHT akan terus berkelanjutan.

“Ke depannya akan terus berlanjut dengan alokasi yang tepat sasaran,” tutupnya. (***)

Baca juga: Petinggi Bea Cukai Diduga Gelapkan Emas Puluhan Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.