2Banner GIF 2021

BAZNAS Parigi Moutong Berinovasi Ciptakan Makanan Tambahan

BAZNAS Parigi Moutong Berinovasi Ciptakan Makanan Tambahan
Foto: BAZNAS Parigi Moutong Berinovasi Ciptakan Makanan Tambahan.

Gemasulawesi– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berinovasi menciptakan makanan tambahan dalam bentuk biskuit blondo sebagai aksi penanganan dan pencegahan stunting di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Inovasi kami ini diciptakan karena mengingat wilayah Parigi Moutong sebagian besar hasil perkebunan kelapanya sangat tinggi. Jadi kami menggunakan kelapa sebagai bahan baku biskuit itu,” ungkap Kepala Rumah Sakit BAZNAS Parigi Moutong, dr. Kaslan ditemui saat penyambutan kunjungan kerja Bupati Banggai Kepulauan bersama rombongan, Selasa, 4 Oktober 2021.

Menurut dia, penanganan stunting merupakan salah satu program kerja BAZNAS pusat, dengan sasaran masyarakat miskin atau kaum dhuafa di Parigi Moutong.

Baca juga: Parigi Moutong Manfaatkan Buah Kelapa Entaskan Stunting

Sebab, pihaknya menilai kondisi kemiskinan berdampak pada anak-anak para kaum dhuafa menjadi Stunting.

Meskipun memiliki inovasi sendiri kata dia, namun program kerja BAZNAS dalam penanganan stunting, mengikuti lokus sasaran pemerintah daerah.

Dia menyebutkan, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar pada 2018, efektivitas pemberhentian makanan tambahan di Parigi Moutong hanya 0,0 persen.

“Dari presentasi dari program ini, maka terlihat belum ada pencapaian sama sekali,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini BAZNAS menangani sembilan desa yang seluruhnya adalah lokus Stunting Parigi Moutong, di Kecamatan Siniu. Hingga kini, sudah ada dua desa terbebas dari Stunting, dan dapat dijadikan sebagai percontohan.

Data itu kata dia, telah dikonfirmasi dari Puskesmas dan Posyandu setempat, melalui pengelolaan data dan intervensinya secara khusus untuk balita pada kasus Stunting.

Sementara itu, pencapaian lokus Stunting diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya. Apabila di setiap desa mengalami penurunan signifikan, maka selanjutnya akan diperluas ke daerah lain.

“Menjadi sasaran dari program ini bukan hanya remaja, dan pasangan baru menikah, tetapi juga mencakup kesehatan ibu hamil,” jelasnya.

BAZNAS berharap, pengelolaan makanan dan pendampingan kesehatan bayi dan balita atau sasaran Stunting lainnya, menjadi perhatian orang tua.

Melalui program sanitasi berbasis masyarakat tambahnya, pihaknya telah membangun jamban, dan sarana air bersih untuk kaum dhuafa.

“Intervensinya itu spesifik dan sensitif termasuk pengadaan fasilitas,” tuturnya.

Kemudian, BAZNAS pusat juga memiliki program khusus untuk mengelola dana zakat, dan infak sedekah untuk masyarakat kurang mampu.

Baca juga: Pansel Buka Rekrutmen Pimpinan Baznas Parigi Moutong 2021-2026

Laporan: Jurnalis Magang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post