Bappelitbangda Parimo Sosialisasi DAK Tahun Anggaran 2020

0
175
Bappelitbangda Parimo Sosialisasi DAK Tahun Anggaran 2020
Rapat Sosialisasi DAK di Bappelitbangda Parimo (Foto: Aqil)

Parimo, gemasulawesi.com- Bappelitbangda Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 dan permasalahan DAK tahun 2017 dan 2018.

Dari pantauan gemasulawesi.com, Selasa, 07 Mei 2019, di kantor Bappelitbangda Parimo, terdapat beberapa permasalahan DAK tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Permasalahan pertama, beberapa daerah penerima DAK tidak sesuai dengan kebutuhan daerah,” ungkap Syahrul, bagian program Bappelitbangda Parimo.

Selanjutnya, kualitas usulan DAK yang disampaikan daerah belum mencerminkan prioritas daerah dan belum sepenuhnya mendukung prioritas nasional.

Sehingga, arah kebijakan dana transfer khusus tahun 2020, berlandaskan pada regulasi dana transfer khusus, UU 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah serta UU 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Tujuannya, membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah disesuaikan dengan prioritas nasional,” jelasnya.

Jadi, arah kebijakan dana transfer khusus yang tertuang dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020, bertujuan peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualiatas.

Rincian kebijakannya, pertama pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan dan kedua pembangunan infrastruktur dan pemerataan wilayah.

“Terdapat tiga jenis DAK fisik di tahun 2020,” tegasnya.

Yaitu, DAK fisik regular yang mendukung pemenuhan sarana dan prasarana dasar, yang mendukung pelayanan publik,

Berikutnya, DAK fisik afirmasi yang mendukung pemerataan pelayanan dan mendorong percepatan pembangunan di daerah yang memiliki karateristik tertentu.

Kemudian, DAK fisik penugasan yang mendukung tema prioritas nasional, pembangunan daerah berciri kepulauan beserta arahan presiden Republik Indonesia.

“Adapula arah kebijakan per bidang, fokus berdasarkan efektivitas menu dan kegiatan DAK, memperhatikan ketersediaan data kondisi dan kebutuhan, memperhatikan kinerja fisik dan anggaran masing-masing bidang,” tutupnya.

Laporan: Aqil Azizi

Tinggalkan Balasan