Bapenda Parigi Moutong Terima Kunjungan Studi Banding DPRD Pohuwato

waktu baca 2 menit
Kunjungan DPRD Pohuwato

Parigi moutong, gemasulawesi.comBadan pendapatan daerah atau Bapenda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menerima kunjungan studi banding DPRD Pohuwato.

“Tujuan kedatangan kami ke Parigi Moutong adalah dalam rangka mencari pembanding. Informasinya di daerah ini, sudah banyak bangunan waletnya,” ungkap Beny Ketua Tim Studi Banding DPRD Pohuwato, di Kantor Bapenda Parigi Moutong, 13 Maret 2020.

Ia mengatakan, kunjungan ini merupakan kegiatan gabungan komisi DPRD Pohuwato. Agendanya, untuk mengkaji pajak sarang burung walet. Pasalnya, pihaknya sementara menyusun Ranperda Pajak Sarang Burung Walet.

Dari pengamatan gemasulawesi.com, beberapa Anggota legislatif (Anleg) DPRD Pohuwato nampak antusias mengajukan pertanyaan kepada Kepala Bapenda Parigi Moutong.

Anleg DPRD Pohuwato menanyakan kiat-kiat Pemda Parigi Moutong untuk peningkatan pajak sarang burung walet. Kemudian, kapan masa pemberlakuan pajaknya, pengaturan zonanya seperti apa, tata cara penawasan dan manajemen sarang burung walet.

Sementara itu Kepala Bapenda Parigi Moutong Moh Yasir mengatakan, pada awalnya tarif pajak sarang burung walet senilai 10 persen. Namun, saat ini tarifnya akan diturunkan menjadi 2,5 persen.

“Penurunan tarif setelah mendapat masukan dari beberapa pihak termasuk penggiat sarang burung walet. Tarif semula dengan nilai 10 persen dirasakan memberatkan,” jelasnya.

Ia menuturkan, sudah ratusan petani sarang burung walet yang masuk dalam himpunan kerjasama ekspor ke China.

Kerjasama ekspor itu lanjut dia, langsung dituangkan kedalam MoU antara petani walet dengan perusahaan pengekspor.

Selain kerjasama ekspor, perusahaan itu juga memberikan edukasi terkait pengelolaan sarang burung walet secara professional. Tujuannya, untuk mendongkrak nilai jual sesuai dengan persyaratan internasional.

“Rencananya, dalam waktu dekat perusahaan itu akan segera membuat kantor perwakilan di Parigi Moutong,” tegasnya.

Penarikan tarif pajak yang dipraktekkan Bapenda Parigi Moutong kata dia, adalah dengan menarik pajak dari hasil penjualan.

Seluruh sarang burung walet akan disatukan lewat perusahaan yang telah bekerjasama dengan petani walet untuk diekspor. Sehingga dengan cara itu, memudahkan untuk menghitung target pajak hasil penjualannya.

“Harapannya, akan bisa mengangkat Pendapatan Asli Daerah dari aktivitas ekspor sarang burung walet,” tutupnya.

Baca juga: Penting, Cegah Stunting di Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.