Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi

Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi
Foto: Illustrasi Investasi

Berita nasional, gemasulawesi- Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah bisa lebih dulu mitigasi resiko realisasi investasi di kuartal mendatang dengan berbagai strategi.

“Mitigasi salah satunya dengan mendeteksi perusahaan-perusahaan banyak memulangkan tenaga ahli dan mencari solusi agar pekerja itu bisa cepat kembali,” Bahlil dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa 27 Juli 2021.

Mitigasi resiko realisasi investasi menyusul pulangnya sejumlah Tenaga Kerja Asing ke negara asalnya, akibat meningkatnya kasus covid-19 di Indonesia.

Baca juga: DPR: Mitigasi Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau Covid-19

Di sisi lain mitigasi resiko realisasi investasi, pemerintah akan meningkatkan laju dengan pemberian insentif untuk penanaman modal di luar Jawa.

“Selanjutnya, kita selesaikan persoalan sosial, berikut juga izin-izin harus diselesaikan. Serta memberi keyakinan eksistensi dan stabiliats politik keamanan di daerah terkait,” ujarnya.

Dia meyakini, keluarnya pekerja asing dari Indonesia akan berpengaruh terhadap penyelesaian proyek investasi di dalam negeri.

Negara telah menarik warganya meliputi Arab Saudi hingga Jepang.

“Harus diakui setiap perusahaan menjalankan operasi ketika sebagian tenaga ahli pulang pasti ada dinamika dalam percepatan pekerjaan,” ujarnya.

Baca juga: BUMN Bakal Diberikan Tambahan Penyertaan Modal Negara

Untuk itu, diperlukan mediasi agar perusahaan tetap menyelesaikan proyeknya sesuai dengan jadwal telah ditetapkan.

Sehingga, realisasi penanaman modal tidak terlampau terdampak.

Meski demikian, imbas keluarnya para TKA dari Indonesia terhadap besarnya capain di kuartal III belum bisa diprediksi.

Pemerintah belum revisi target capaian investasi

Namun pihaknya, belum merevisi target capaian investasi hingga akhir tahun. Selama 2021, pemerintah menargetkan penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri bisa menyentuh Rp 900 triliun.

“Saya belum terpikir untuk revisi target. Namun kami menyusun strategi agar mencapai target itu,” kata dia.

Tercatat, pada Januari hingga Juni 2021 atau selama semester I, Kementerian mencatat realisasi penanaman modal telah mencapai Rp 442,8 triliun. Angka ini setara dengan 49,2 persen dari total target investasi hingga akhir 2021.

Ia menambahkan, pada kuartal III mendatang, negara mengalami tantangan besar di sektor itu lantaran adanya kebijakan PPKM Darurat dan Level empat. (***)

Baca juga: Sekda Harap Investasi Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post