2Banner GIF 2021

Bantuan Diskon Listrik Berakhir

Bantuan Diskon Listrik Berakhir
Foto: Illustrasi Diskon Listrik.

Berita nasional, gemasulawesi– Bantuan diskon listrik dari pemerintah untuk golongan 450VA dan 900VA bersubsidi, akan berakhir pada bulan Juni.

Bantuan yang diberikan sejak tahun lalu tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi covid 19, tidak lagi memperpanjangnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, pemerintah telah memberikan bantuan dari tahun lalu, dan besaran diskonnya kemudian mengalami penurunan.

Dia mengatakan, bantuan ini berakhir usai kuartal II atau terakhir diperpanjang sampai Juni 2021.

Dengan demikian, mulai bulan depan masyarakat golongan 450 VA, dan 900VA bersubsidi tak lagi menikmati diskon listrik.

“Telah diputuskan tahun ini bertahap triwulan I diberikan sesuai yang diberikan tahun 2020. Kemudian triwulan II diberikan hanya 50%, dan triwulan berikutnya menjadi tidak sama sekali,” katanya dalam konferensi pers, Jumat 4 Juni 2021.

Baca juga: KPK Tolak Cabut SK Penonaktifan 75 Pegawai, Ini Alasannya

Keputusan untuk menghentikan diskon listrik ini merupakan keputusan secara nasional.

“Seperti itu keputusan secara nasional, tidak di kita itunya keputusannya, tapi memang keputusan umum. Maksud saya juga itu menyangkut juga bansos yang lain dan mudah-mudahan bisa dikomunikasikan dengan baik masyarakat luas,” terangnya.

Stimulus atau diskon listrik ini tidak diperpanjang. Artinya, pelanggan yang memenuhi kriteria tak lagi menerima bantuan itu.

Baca juga: Kesbangpol Sosialisasi Permendagri 78 Tahun 2020

“Jadi tidak lagi dibantu negara,” katanya.

Tak hanya menyudahi stimulus berupa diskon listrik, nantinya stimulus kelistrikan lain yang masuk dalam paket stimulus dengan periode sampai Juni 2021 juga akan berakhir.

Misalnya, pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum, yakni di bawah 40 jam nyala diberlakukan bagi tiga golongan.

Kemudian, pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan golongan layanan khusus disesuaikan dengan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL).

Selanjutnya, pembebasan biaya beban atau abonemen sebesar 50 persen bagi pelanggan sosial 450 VA dan 900 VA, bisnis 900 VA, dan industri 900 VA. (***)

baca juga: Bupati Alor Marah Bantuan PKH Disalurkan Melalui DPRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post