Banjir Torue Parimo, Tiga Rumah Warga Rusak Berat

waktu baca 2 menit
Tampak kondisi salah satu rumah milik warga yang rusak berat akibat banjir di sungai kompleks Pasar Tolai. (Foto : Istimewa)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Banjir yang terjadi di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengakibatkan tiga rumah warga rusak berat dan delapan diantaranya terancam.

“Banjir yang menyebabkan tiga rumah warga rusak berat itu, diakibatkan jebolnya bronjong. Sehingga, arus air yang begitu besar dengan cepat menggerus bibir sungai,” ungkap Anleg DPRD Parimo, Ni Leli Pariani yang meninjau lokasi banjir, di Kompleks Pasar Tolai, Rabu 7 Oktober 2020.

Banjir itu diakibatkan meluapnya sungai kompleks Pasar Tolai Kecamatan Torue Parimo, karena intensitas hujan yang melanda Kota Parigi dan sekitarnya sejak sore hingga malam hari.

Informasi yang dihimpun media ini, tiga rumah warga yang rusak berat dan delapan diantaranya terancam itu berada tepat di bibir sungai kompleks Pasar Tolai.

Baca juga: Dugaan Jatah Jergen Solar Oknum Polres dan Polsek, Kapolres Parimo Akan Pulbaket

“Di lokasi banjir Kecamatan Torue saat ini, juga ada pak Wabup Badrun Nggai sedang meninjau langsung, yang kebetulan dari arah sausu menuju Parigi. Ketika terjadi banjir, saya langsung menuju lokasi. Saya juga langsung menginformasikan kejadian ini ke BPBD untuk segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi tiga rumah warga yang rusak berat dan delapan diantaranya terancam itu, tidak bisa lagi ditinggali.

Pasalnya, banjir di sungai tersebut kapan saja bisa terjadi kembali jika melihat kondisi musim penghujan saat ini.

Sehingga, untuk mengantisipasi banjir yang kapan saja bisa terjadi, warga berinisiatif untuk membuat tanggul darurat menggunakan karung berisikan pasir.

“Pembuatan tanggul darurat itu, baru bisa dibuat besok. Saya juga sudah berencana akan menyumbangkan ratusan karung bersama beberapa orang pengusaha untuk pembuatan tanggul darurat di sungai tersebut sebagai langkah antisipasi awal,” terangnya.

Kejadian banjir terlihat hampir terjadi di beberapa wilayah di Parigi Moutong.

Salah satunya belum lama ini kejadian banjir disertai lumpur dan material batu berukuran besar di Desa Biga Kabupaten Parimo.

Banjir itu mengakibatkan akses jalan trans sulawesi lumpuh.

“Semua kendaraan yang melintas terhenti, karena tidak adanya jalur alternatif,” ungkap Camat Tomini, Muktasim via sambungan telepon, Selasa 15 September 2020.

Ia mengatakan, untuk sementara jalur ini tertutup dari lalu lalang transportasi hingga pembersihan selesai.

Tingginya curah hujan yang menguyur wilayah Parimo mengakibatkan banjir disertai lumpur dan bebatuan menutup akses jalur Poros trans Sulawesi Desa Biga sepanjang 500 meter.

Baca juga: Tolak UU Cipta Kerja, KNPI Palu: Ini Adalah Malapetaka Buat Indonesia

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.