Banjir Rendam Tiga Kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Banjir merendam tiga kelurahan di Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah, pukul 17.00 WITA, Sabtu 09 Juli 2022, banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi hingga membuat saluran drainase tidak dapat menampung debit air dan menggenangi rumah warga.

Hal itu diungkapkan Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Minggu 10 Juli 2022.

“Hasil laporan sementara menunjukkan sedikitnya 100 rumah warga terendam banjir,” ucap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Minggu 10 Juli 2022.

Banjir yang berhasil merendam tiga kelurahan di Kabupaten Tojo-una yakni Dondo Barat, Bailo dan Malotong yang berada di Kecamatan Ampana Kota. Selain itu, Puskesmas pembantu di Kelurahan Dondo juga terkena imbasnya.

Baca: Siapa Tetsuya Yamagami Pelaku Penembakan Mantan PM Jepang?

Berdasarkan pantauan visual, lanjutnya, ketinggian air sekitar 10 hingga 30 sentimeter. Beberapa wilayah hingga kini masih digenangi banjir.

Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tekah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan, pendataan, dan penanganan darurat, upaya juga dilakukan untuk mendistribusikan bantuan guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang terkena dampak banjir.

Mengingat kondisi hujan masih turun di lokasi dan prakiraan cuaca BMKG tiga hari ke depan, wilayah Tojo Una-Una berpotensi hujan ringan hingga sedang.

“BNPB menghimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan,” ucapnya.

Menurut dia, perbaikan sistem drainase dinilai perlu untuk menyesuaikan debit air saat hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. Selain itu, informasi tersebut akan disampaikan secara bertahap hingga diterima oleh pejabat daerah di tingkat RT/RW terkait peringatan dini hujan lebat.

Ia menjelaskan, peningkatan sosialisasi peringatan dini bertujuan untuk mengantisipasi risiko bahaya sehingga dapat dipertimbangkan langkah-langkah mitigasi sebelum terjadi bencana. (*/Ikh)

Baca: Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak Gunakan Senjata Rakitan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.