fbpx

Banjir Rendam Ratusan Pemukiman Warga Kabupaten Mamuju

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Sulawesi Barat, gemasulawesi – Banjir di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rendam ratusan pemukiman warga, dan ruas jalan tol akibat hujan deras yang turun selama empat jam di sejumlah wilayah.         

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga Syaiful yang mengatakan kalau di Kota Mamuju selalu menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun.

“Banjir sudah menjadi rutinitas di masyarakat Kota Mamuju, Sulawesi Barat, setiap kali hujan deras turun selalu merendam jalan dan ratusan pemukiman warga,” ucap Syaiful seorang warga Kompleks Stadion, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada hari Sabtu 04 Juni 2022.         

Ia menjelaskan, kalau banjir yang turun sejak pukul 16.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA di sekitar Stadion Mamuju, merendam jalan dan pemukiman warga dengan air setinggi lutut orang dewasa.

Baca: Urusan Harta Gono-Gini, Pria Asal Kendari Bacok Mantan Istri Berkali-Kali

“Banjir tersebut turun dari pegunungan di Kota Mamuju kemudian berhasil merendam ratusan pemukiman warga sekitar dan jalan-jalan karena drainase yang buruk tidak mampu menyerap luapan air tersebut,” ucapnya.         

Syaiful juga mengatakan, warga selama ini mengeluhkan penanganan banjir di Kota Mamuju oleh pemerintah karena selama ini banjir terus menghantui masyarakat saat hujan deras turun.   

Ia juga berharap Pemerintah Daerah dapat menanggulangi banjir agar tidak terus menggenangi jalan dan pemukiman yang dapat mengganggu aktivitas warga sekitar dan merusak barang-barang berharga.         

Banjir juga menggenangi beberapa kompleks di pasar regional Mamuju, sehingga telah mengganggu perdagangan karena para pedagang harus mengamankan produk mereka di tempat yang lebih tinggi. Selain itu juga memenuhi pemukiman di kompleks BTN Mamuju Ampi yang terletak di sebelah pasar daerah di kota Mamuju.

“Banjir besar pernah terjadi Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada awal tahun 2017, sehingga mengakibatkan rusaknya sejumlah rumah hingga merendam ribuan rumah akibat luapan Sungai Karema,” ucap Tuti, warga pedagang.        

Bencana banjir di Mamuju harus segera diantisipasi oleh pemerintah dengan memperbaiki drainase, karena banjir telah membuat trauma masyarakat. Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengakui, banjir di Mamuju disebabkan sampah yang menumpuk di saluran drainase dan saluran drainase rusak. Dia mengatakan perbaikan drainase yang rusak di Mamuju akan dilakukan ke depan tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah, sehingga banjir tidak membanjiri rumah warga dan mengganggu aktivitas mereka. (*)

Baca: Polres Poso Ringkus Dua Pelaku Kasus Pembobolan ATM Dan Pencurian

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.