Banjir Rendam Pemukiman Warga Mamuju dan Jalur Trans Sulawesi

waktu baca 2 menit
Ilustrasi

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Banjir yang terjadi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, merendam jalur trans Sulawesi dan sejumlah pemukiman warga didaerah itu.

Hingga Minggu, 12 Juni 2022, banjir setinggi lutut orang dewasa masih merendam jalan raya Trans Sulawesi di Jalan Urip Sumoharjo yang melintasi pusat kota Mamuju. Kendaraan yang lewat tidak bisa bergerak karena terhadang banjir tersebut.

“Banjir menghambat aktivitas warga di jalan raya karena kendaraan warga menumpuk dan tidak bisa lewat dengan cepat,” ucap warga Saiful, pada hari Senin 13 Juni 2022.

Beberapa pemukiman warga di Kecamatan Simbuang Kota Mamuju juga terendam banjir sehingga menyebabkan kerusakan pada perabotan rumah.

Baca: Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu Ditetapkan Sebagai Tersangka

Memang terlihat sejumlah warga sedang mengevakuasi warga lainnya yang terjebak banjir ke lokasi yang aman.

“Beberapa Warga sudah dievakuasi untuk dibawa ke tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena hujan belum berhenti dan air banjir terus naik dan menggenangi beberapa pemukiman warga,” ucap Ibrahim, warga lainnya. .

Kawasan pemukiman warga yang terendam banjir di Kota Mamuju antara lain kawasan BTN Ampi, di sekitar kompleks stadion Manakarra Mamuju, banjir tersebut kemudian menggenangi BTN Binanga, BTN Korongana, Jalan Hapati Hasan di Kecamatan Sese dan Desa Bambu.

Di banyak tempat lain juga, seperti Kecamatan Sese, Kabupaten Rangas dan Kabupaten Kepulauan Simboro, banjirnya cukup parah dan ketinggian air telah mencapai pinggang orang dewasa.

Menurut laporan, banjir yang terjadi di mamuju diakibatkan karena meluapnya beberapa sungai di Mamuju, antara lain Sungai Karema, Sungai Mamuju, Sungai Bambu dan Sungai Korongana.

Warga setempat berharap pemerintah setempat agar dapat mengerahkan bantuan untuk membantu warga ketika ada yang membutuhkan bantuan, seperti mengungsi ke tempat yang aman karena hujan belum reda.

“Sejak Minggu sore, jalan Trans Sulawesi di Desa Bambu sudah tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, akibat banjir yang menggenangi jalan tersebut,” jelas warga setempat lainnya, Ahmad.

Ahmad menambahkan, Pemerintah mesti membantu masyarakat, agar masyarakat tidak terjebak banjir, karena sudah empat jam hujan tidak berhenti, justru air malah naik.

Hingga pagi ini, warga masih khawatir dengan hujan deras yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Mamuju. (*)

Baca: Delapan Prioritas Sasaran Operasi Patuh Jaya 13 Juni 2022

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.