Banjir Rendam Ratusan Hektar Sawah di Purwosari Sulawesi Tengah

waktu baca 3 menit

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Banjir rendam ratusan hektar sawah di Dusun Tiga Pambola Desa Purwosari, Kecamatan Torue Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah.

“Banjir disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah selatan Parimo,” ungkap Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parimo, I Putu Eddy Tangkas Wijaya via sambungan telepon, Jum’at 30 Oktober 2020.

Ia mengatakan, hujan mulai turun sejak pukul 20.00 Wita. Selang beberapa lama akhirnya tanggul Matampondo jebol.

Akibatnya, puluhan rumah terendam, ratusan hektar sawah dan ternak ikut terseret banjir setinggi 70 cm.

Baca juga: Pohon Roboh Timpa Satu Rumah di Parimo Sulawesi Tengah

“Selain itu, banjir juga membuat satu rumah mengalami kerusakan parah,” urainya.

Dari hasil peninjauan, banjir di Purwosari Sulawesi Tengah diakibatkan talang pembuangan air tidak mampu menampung tingginya debit air. Ditambah lagi jalur tanggul yang cukup kecil.

Tanggul itu kata dia, setiap musim penghujan terus mengalami kebobolan akibat derasnya air yang mengalir ke pembuangan.

Baca juga: APBD Perubahan Parigi Moutong 2020, Pendapatan Turun 8,5 Persen

Ia mengatakan, kalau curah hujan tinggi pastinya rumah penduduk dan arael persawahan menjadi imbas dari luapan sungai.

Akibat banjir, Dusun Pambola terisolir akibat jalan yang digunakan ikut terseret banjir sepanjang 30 meter.

“Jalan itu baru tiga tahun dibangun, sekarang ikut hanyut. Bahkan, bahan pokok mereka seperti beras dan lainnya ikut juga dibawah banjir,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah setempat segera turun kelapangan untuk melakukan pendataan korban banjir.

[videopress ZxjSc4Oo hd=”true” autoplay=”true”]

Baca juga: Pemdes Bambalemo Rampungkan Pembukaan Jalan Lingkungan

Pasalnya, masyarakat menginginkan adanya bantuan yang diberikan kepada mereka.

Pohon Roboh Timpa Satu Rumah di Parimo Sulteng

Pohon roboh timpa satu rumah di Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng.

“Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita,” ungkap salah satu saksi mata Selvi, di TKP Jalan Toraranga Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Jumat 30 Oktober 2020.

Baca juga: Periode Oktober-November 2020, Potensi Curah Hujan Tinggi

Ia mengatakan, pohon yang roboh itu disebabkan angin kencang disertai hujan deras pada Kamis malam 29 Oktober 2020.

Rumah sekaligus kios kontrakan itu lanjut dia, persis terletak di persimpangan jalan. Kesaksiannya, pohon yang roboh merupakan pelindung yang berada disisi kiri jalan samping Kantor Bapusarda.

“Tempat usaha pengetikan komputer dan service di rumah itu tertindih pohon yang roboh. Kerusakannya mencapai 80 persen,” urainya.

Baca juga: 100 KK Terisolir Akibat Banjir di Desa Sausu Piore Parigi Moutong

Ia melanjutkan, kesyukuran tersendiri tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Semua penghuninya sementara berlibur ke Pulau Jawa.

Namun kata dia, barang yang ada di dalam rumah itu sudah diamankan ke dalam rumah pemilik lahan.

Dari pantauan, terlihat pegawai Kantor Kelurahan Maesa dan pekerja PLN Cabang Parigi dibantu Babinsa melakukan pembersihan dengan memotong pohon dan rantingnya.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Minta Warga Sigi Sulteng Siaga Bencana

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.