Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Banjir Langganan Ganggu Aktivitas Warga di Mamuju

Banjir Langganan Ganggu Aktivitas Warga di Mamuju
Foto: banjir di Mamuju, Sulbar.

Gemasulawesi– Banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju, Sulawesi Barat. Kurang lebih tiga hari warga di sejumlah wilayah terendam banjir akibat hujan deras.

“Banjir sudah seperti langganan dan mengganggu aktivitas warga, karena barang berharga miliknya dirusak banjir, seperti yang terjadi di sekitar perumahan kompleks Pemda Kota Mamuju,” ungkap warga setempat, Irfan, Minggu 22 Agustus 2021.

Irfan mengaku banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju. Itu juga membuatnya trauma. Karena kejadian serupa melanda Kota Mamuju 2017 lalu. Saat itu, sejumlah rumah hanyut dan ribuan rumah lainnya terendam.

Baca juga: PPKM Darurat, Pemerintah Perpanjang Diskon Tarif Listrik PLN

Selain Kompleks Perumahan Pemda Kota Mamuju, banjir juga beberapa kali merendam permukiman warga di Kompleks BTN Ampi. Banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju.

“Banjir terus menghantui warga dalam tiga hari terakhir ini karena hujan terus turun sepanjang hari dan air banjir menggenangi permukiman warga,” kata seorang warga di Kompleks BTN Ampi Kota Mamuju, Nirwansah.

Dia mengatakan, telah beberapa kali air merendam permukiman warga dengan ketinggian hingga 60 sentimeter. Hujan deras turun sepekan ini. Sehingga, banjir langganan ganggu aktivitas di Mamuju.

Baca juga: Diskon Listrik 50 Persen Diperpanjang hingga Desember

“Buruknya drainase di Mamuju membuat banjir terjadi, sehingga permukiman warga terendam, ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk ditanggulangi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan, sebelumnya telah meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju membersihkan drainase yang tersumbat sampah.

Baca juga: Sempat Hanyut, Warga Selamatkan Nenek di Sungai Olaya Parigi

Dia mengatakan, terdapat juga drainase rusak di Mamuju sehingga air hujan tidak mengalir dengan lancar dan mengakibatkan banjir merendam rumah warga.

“Keterbatasan anggaran akibat penanganan Covid membuat perbaikan drainase harus ditunda dulu pemerintah, meskipun drainase banyak tersumbat dan rusak di Mamuju, yang mesti dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Longsor Rusak Bangunan Sekolah di Sulbar

Banjir bandang juga pernah terjadi di Bonehau, Mamuju

Sebelumnya, instensitas hujan yang tinggi juga pernah mengakibatkan banjir bandang menimpa tiga desa di Kecamatan Bonehau, Mamuju, Sulawesi Barat.

Hujan deras selama tujuh jam di hulu Sungai Bonehau mengakibatkan sungai itu meluap, merendam Desa Bonehau, Banua Ada, dan Hinua.

“Hujan deras sekali tidak berhenti sampai jam 2 malam, tiba-tiba kami kaget air langsung datang, kurang lebih 1,5 meter tingginya,” tutur Masdar. (***)

Baca juga: Hari Ini, Gempa M 3,7 Getarkan Mamuju Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post