Banjir Kiriman Rendam 100 Rumah di Kota Palu, Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Foto: banjir di Kota Palu.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Banjir kiriman merendam sekitar 100 rumah di bantaran Sungai Palu di Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Banjir diakibatkan hujan terus mengguyur bagian hulu di Kabupaten Sigi,” ungkap Kepala Dinas Sosial Palu Romi yang dihubungi, di Kota Palu, Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Ia menjelaskan, puncak banjir kiriman di Kota Palu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.

Sungai Palu merupakan sungai induk di Ibukota Sulawesi Tengah. Alirannya berasal dari Sigi sebagai hulu. Bila terjadi hujan berkepanjangan dengan intensitas lebat, volume air di sungai itu bertambah.

Dampak terparahnya, banjir dapat merendam pemukiman warga berada di bantaran sungai Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Setiap tahun peristiwa ini terjadi.

“Bila hujan di bagian hulu tidak banyak, rendaman air cepat surut. Namun jika hujan merata dari bagian hilir hingga ke hulu berjam-jam, maka bisa dipastikan rendaman banjir lebih meluas,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Desa Bambalemo Parimo, Jalan Amblas dan Satu Rumah

Ia menyebut, kondisi terkini air mulai surut. Namun Pemkot Palu masih tetap bersiaga di lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing, karena dinilai situasi masih cukup kondusif.

Baca juga: BPBD: Kolaborasi Lintas Sektor Antisipasi Bencana di Parigi Moutong

Meski begitu, pihaknya tetap membuka dua posko darurat bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Palu.

“Kami menempatkan dua Posko darurat yakni posko pengungsian dan posko logistik, termasuk dapur umum guna memudahkan akses warga memperoleh kebutuhan logistik mereka,” tuturnya.

Baca juga: Longsor, Jalur Trans Sulawesi Tengah Palu-Kulawi Terputus

Ia menuturlan, Dinsos juga memastikan ketersediaan logistik saat situasi darurat saat ini cukup memadai untuk di konsumsi warga terdampak di lokasi banjir.

“Keberadaan posko darurat ini tergantung situasi dan kondisi, jika hingga esok tidak ada lagi genangan air, maka dengan sendirinya posko darurat kami sudahi, namun sebaliknya bila genangan air terjadi peningkatan, maka kami akan bertahan. Cuaca cepat berubah, tadinya cerah tiba-tiba mendung,” tutupnya.

Baca juga: Porang Komoditi Ekspor Indonesia Diminati Pasar Eropa

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.