Bangsa Indonesia Diminta Rawat Keberagaman Suku

waktu baca 2 menit
Foto: Suku dan budaya di Parigi Moutong.

Berita nasional, gemasulawesi– Bangsa Indonesia diminta untuk terus rawat keberagaman suku, merupakan potensi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Tentu keberagaman itu harus kita rawat dan dijadikan sebagai potensi kekuatan agar bangsa Indonesia dapat tetap utuh dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, utamanya dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang,” ungkap Wakil Presiden Ma’ruf Amin di acara Perayaan Hari Ulang Tahun ke-14 Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), Rakernas PSBI Tahun 2021, serta Launching Kongres PSBI IV dan Pesta Bolon Simbolon Tahun 2022, Rabu 7 Juli 2021.

Bukti keberagaman suku di Indonesia bisa tampak dari Badan Pusat Statistik 2010 yang mencatat ada 1.340 suku di Indonesia.

“Sebagai salah satu suku dengan jumlah cukup besar dan melihat sebaran jumlah anggota PSBI yang lebih dari 300 ribu orang di seluruh dunia, maka PSBI memiliki potensi besar yang harus diberdayakan,” kata dia.

Utamanya ditujukan untuk melestarikan nilai-nilai adat sekaligus upaya penanaman rasa cinta Tanah Air.

Baca juga: Ratusan Warga Suku Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Pelestarian adat istiadat harus menjadi bagian dari upaya masyarakat merawat demokrasi dan memupuk nasionalisme pada tingkat akar rumput.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan integritas nasional agar semakin kokoh dalam bingkai kebinekaan bangsa.

Baca juga: Disdukcapil Kembali Buka Layanan Kependudukan Khusus Warga Suku Bela Parimo

“Hal ini sangat penting untuk terus kita wariskan khususnya bagi generasi muda,” kata dia.

Lebih lanjut selama 14 tahun PSBI berdiri dengan 150 cabang di seluruh Indonesia, diharapkan bingkai kerukunan yang selama ini dibangun PSBI terus digalakkan.

Baca juga: Dinkes Parigi Moutong Kembali Distribusi 4 Ribu Vaksin Covid 19

Termasuk para generasi muda dari keluarga Simbolon diharapkannya menjadi teladan dan pelopor loyalitas serta nasionalisme untuk Indonesia, bukan hanya untuk kelompok atau golongan tertentu.

Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan, sikap tak menghargai keberagaman suku bahasa dan adat menjadi tantangan berdemokrasi di Indonesia.

Baca juga: IMIP Sulawesi Tengah Bantu 21 Isotank Oksigen ke Pemerintah

Pihaknya mendorong agar setiap masyarakat terus berupaya menjaga kehidupan demokrasi di Tanah Air.

“Kita memang masih terus harus berjuang menjaga demokrasi kita yang kadang-kadang memang di sana sini masih ada ancaman-ancaman terutama dari keberagaman kita,” tutup Taufan.(***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Percepat Rehab Rekon di Donggala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.