Banggai Siapkan RS Darurat Jika Kasus Covid 19 Membludak

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi pasien covid 19 meninggal.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Jika kasus covid 19 Banggai membludak, Pemerintah daerah menyiapkan RS darurat.

“Kami siapkan asrama BKPSDM tampung pasien baru covid 19,” ungkap Juru Bicara Satgas covid 19 Banggai, Nurmasita Datu Adam, di Banggai, Jumat 2 Juli 2021.

Ia mengatakan, data per 2 Juli 2021 terdapat 22 pasien baru kasus covid 19 Banggai.  Seluruh pasien baru covid 19 memilih menjalani isolasi mandiri.

Dengan pertambahan 22 kasus covid 19 Banggai, maka secara kumulatif menjadi 1487 orang terkonfirmasi positif, sejak awal pandemi merebak.

“Apabila pasien harus dirawat melonjak, asrama BKPSDM Kabupaten Banggai di Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan akan digunakan seperti tahun 2020 lalu.

Baca juga: Gubernur: Basis Data Sulawesi Tengah Penting untuk Pembangunan

Sementara itu, juga dilaporkan terdapat satu pasien covid 19 meninggal dunia. Totalnya, sebanyak 48 orang pada kasus covid 19 Banggai hingga saat ini.

Selain penambahan pasien positif dan pasien meninggal kasus covid 19 Banggai, juga ada enam pasien sembuh.

Baca juga: Parigi Moutong Beri Akses Internet di 23 Kecamatan

“Hingga Jumat sore masih terdapat 11 pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk,” jelasnya.

Terkait covid 19 semakin menggila, Para ulama dan pengurus Masjid diminta untuk mengajurkan ibadah umat Islam di rumah saja. Namun, hal itu dilakukan jika suatu daerah sudah ditetapkan memiliki sebaran kasus covid 19 cukup tinggi.

“Jika instansi yang berwenang menetapkan suatu kawasan sebagai daerah yang tinggi persebaran Covid-19, dan dirasa perlu untuk diberlakukan pembatasan aktifitas masyarakat secara ketat,” ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Covid 19 Menggila, MUI Minta Ibadah Umat Islam di Rumah Saja

Anjuran ibadah dimaksud MUI yaitu ibadah umat Islam bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

Apabila diperlukan para ulama dan pengurus Masjid juga bisa mengambil langkah menghentikan sementara aktivitas ibadah umat Islam massal di Masjid.

Penghentian itu, dilakukan sampai situasi dan kondisi di kawasan itu benar-benar telah terkendali.

Pihaknya menilai, pandemi covid 19 dapat membuat Masjid menjadi sarana penyadaran masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan saat ini. Sehingga meminta ibadah umat Islam di rumah saja.

Seperti memakai masker yang menutup hidung dan mulut, menjaga jarak antar jemaah.

Baca juga: Covid Parimo Sulawesi Tengah Membludak, Satgas Kaji WFH

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.