Bangun Bandar Udara di Parigi Moutong Butuh SK Penlok Menhub

waktu baca 7 menit
Foto: Illustrasi Bandar Udara Kabupaten

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas perhubungan (Dishub) Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah menyebut pembangunan bandar udara membutuhkan SK Penetapan lokasi atau Penlok dari Menhub RI.

“Khusus kelanjutan pembangunan bandar udara Moian di Desa Palapi Kecamatan Taopa Parigi Moutong, tersisa proses tindaklanjut di kementrian,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Parigi Moutong, Joni Tagunu SE, melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Wahyudin A. Takuloe diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, persetujuan pembangunan Bandar Udara Moian Parigi Moutong sudah menemui titik terang.

Persetujuan pembangunan bandara udara itu lanjut dia, berdasarkan dari usulan proposal yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kemenhub dan Kementerian Desa.

Baca juga: Dishub Usul Pengembangan Pelabuhan Parigi Moutong

“Tahapan seluruhnya telah dilakukan. Jika SK Penlok Menhub sudah keluar maka pembangunan Bandar Udara Moian Parigi Moutong akan segera terlaksana,” ujar Wahyudin.

Ia melanjutkan, isi SK Penlok Menhub adalah menetapkan Bandar Udara Moian Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu bandara penerbangan yang ada di Indonesia.

Sementara menunggu SK Penlok Menhub, Pemda Parigi Moutong sudah mengeluarkan SK penetapan lokasi.

“Perencanaan Bandar udara Parigi Moutong ini sudah masuk tahun ke tujuh,” jelasnya.

Perencanaannya kata dia, sejak tahun 2013. Hanya tinggal menunggu prosesnya saja, Dishub Parigi Moutong tetap optimis.

Baca juga: Perbaiki Jembatan Rusak, BNPB Setujui Anggaran 4 Miliar Rupiah

Pengertian Bandar Udara.

Menurut Undang Undang Nomor 1 Tentang Penerbangan dan PM.69 Tahun 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi.

Bandar Udara dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan atau pos, tempat perpindahan intra dan atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Tatanan Kebandarudaraan Nasional adalah sistem kebandarudaraan secara nasional yang menggambarkan perencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata ruang, pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisi alam dan geografi, keterpaduan intra dan antarmoda transportasi, kelestarian lingkungan, keselamatan dan keaamanan penerbangan, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya.

Tatanan Kebandarudaraan Nasional berisi Peran, Fungsi, Penggunaan, hirarki, klasifikasi bandar udara dan Rencana Induk Nasional Bandar Udara.

Baca juga: Proyeksi Separuh APBD Masih Ditopang APBN

Peran Bandar Udara.

Bandar udara memiliki peran sebagai simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai hierarki bandar udara.

Peran bandar udara juga sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataanpembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi sertakeselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian.

Peran bandar udara juga sebagai tempat kegiatan alih moda transportasi, dalam bentuk interkoneksi antar moda pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan peningkatan kualitas pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan yang digambarkan sebagai tempat perpindahan moda transportasi udara ke moda transportasi lain atau sebaliknya.

Baca juga: Target Sepuluh Persen Penurunan Stunting, Ini Peran OPD Pendamping

Peran bandar udara sebagai pendorong dan penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam menggerakan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya, digambarkan sebagai lokasi bandar udara yang memudahkan transportasi udara pada wilayah di sekitamya.

Peran bandar udara sebagai pembuka isolasi daerah, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain.

Selain itu, bandar udara memiliki peran pengembangan daerah perbatasan, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan tingkat prioritas pengembangan daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kepulauan dan/atau di daratan.

Selanjutnya, peran bandar udara sebagai penanganan bencana, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan kemudahan transportasi udara untuk penanganan bencana alam pada wilayah sekitarnya.

Terakhir, bandar udara memiliki peran prasarana memperkokoh Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara.

Digambarkan dengan titik-titik lokasi bandar udara yang dihubungkan dengan jaringan dan rute penerbangan yang mempersatukan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga: 15 Rumah Sakit Asal Sulteng Turun Kelas Review, Apa Penyebabnya?

Fungsi Bandar Udara.

Berdasarkan fungsinya maka bandar udara memiliki fungsi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan atau pengusahaan.

Bandar udara juga memiliki fungsi sebagai tempat penyelenggaraan pemerintahan. Maka, bandar udara merupakan tempat unit kerja instansi pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya terhadap masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan dalam urusan antara lain pembinaan kegiatan penerbangan, kepabeanan, keimigrasian dan kekarantinaan.

Bandar udara mempunyai fungsi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pengusahaan maka bandarudara merupakan tempat usaha bagi unit Penyelenggara Bandar Udara atau Badan Usaha Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan Udara dan Badan Hukum Indonesia atau perorangan melalui kerjasama dengan Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Badan Usaha Bandar Udara.

Baca juga: 15 Rumah Sakit Asal Sulteng Turun Kelas Review, Apa Penyebabnya?

Hirarki Bandar Udara.

Berdasarkan Hirarki Bandara Udara terdiri atas:

Jenis Bandar Udara Pengumpul (Hub).

Merupakan jenis bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan yang luas dari berbagai bandar udara yang melayani penumpang dan atau kargo dalam jumlah besar dan mempengaruhi perkembangan ekonomi secara nasional atau berbagai provinsi.

Macam-macam jenis bandar udara pengumpul:

Jenis Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan primer yaitu bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang melayani penumpang dengan jumlah lebih besar atau sama dengan 5.000.000 (lima juta) orang pertahun;

Jenis Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan sekunder yaitu bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang melayani penumpang dengan jumlah lebih besar dari atau sama dengan 1.000.000 (satu juta) dan lebih kecil dari 5.000.000 (lima juta) orang pertahun;

Jenis Bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan tersier yaitu bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) terdekat. Yang melayani penumpang dengan jumlah lebih besar dari atau sama dengan 500.000 (lima ratus ribu) dan lebih kecil dari 1.000.000 (satu juta) orang pertahun.

Baca juga: Banjir di Tolitoli, 350 KK Mengungsi

Bandar Udara Pengumpan (Spoke).

Jenis Bandar Udara Pengumpan merupakan:

Jenis Bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan dan mempengaruhi perkembangan ekonomi lokal.

Jenis Bandar udara tujuan atau bandar udara penunjang dari bandar udara pengumpul.

Jenis Bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan kegiatan lokal.

Baca juga: Banjir Desa Bambalemo Parimo, Jalan Amblas dan Satu Rumah Hanyut

Tipe Bandar Udara.

Bandar udara secara umum digolongkan dalam beberapa tipe menurut berbagai kriteria yang disesuaikan dengan keperluan penggolongannya.

Antara lain, berdasarkan kriteria fisiknya, tipe bandar udara dapat digolongkan menjadi seaplane base, stol port (jarak take – off dan landing yang pendek) dan Bandar udara kovensional.

Berdasarkan pengelolaan dan penggunaanya, tipe bandar udara dapat digolongkan menjadi dua, yakni Bandar udara umum yang dikelola pemerintah untuk penggunaan umum maupun militer atau bandara swasta atau pribadi yang dikelola atau digunakan untuk kepentingan pribadi atau perusahaan swasta tertentu.

Berdasarkan aktifitas rutinnya, tipe bandara udara dapat digolongkan menurut jenis pesawat terbang yang beroperasi (enplanements) serta menurut karakteristik operasinya.

Berdasarkan fasilitas yang tersedia, tipe bandara udara dapat dukategorikan menurut jumlah runway yang tersedia, alat navigasi yang tersedia, kapasitas hangar dan lain sebagainya.

Berdasarkan tipe perjalanan yang dilayani, tipe bandara udara dapat digolongkan bandara internasional, bandara domestik dan gabungan bandara internasional domestik.

Menurut peraturan direktur jenderal perhubungan udara No. SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Bandar Udara, tipe bandara udara berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi

Tipe bandara udara yang merupakan simpul yang merupakan simpul dalam jaringan transportasi udara sesuai dengan hierarki fungsinya yaitu Bandar udara pusat penyebaran dan bukan pusat penyebaran.

Tipe bandara udara sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian Nasional dan Internasional.

Tipe bandara udara sebagai tempat kegiatan alih moda transportasi.

Di Indonesia klasifikasi Bandar udara sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan No. 36 Tahun 1993 didasarkan pada beberapa kriteria berikut ini :

Komponen jasa angkutan udara.

Komponen pelayanan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Komponen daya tamping bandara (landasan pacu dan tempat parker pesawat).

Komponen fasilitas keselamatan penerbangan (fasilitas elektronika dan listrik yang menunjang operasi fasilitas keselamatan penerbangan).

Komponen status dan fungsi bandara dalam konteks keterkaitannya dengan lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Target Sepuluh Persen Penurunan Stunting, Ini Peran OPD Pendamping

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.