fbpx

Aturan Penindakan Zona Pembatasan Ganjil-Genap Diperluas di 26 Lokasi

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Aturan dan penindakan zona pembatasan kendaraan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta diperluas menjadi 26 titik lokasi, terkait hal itu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah merampungkan kegiatan aturan tersebut.    

Setelah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mulai 6 Juni 2022 akan dilaksanakan zona pembatasan ganjil-genap di 13 lokasi baru.

Namun, penegakan berupa sanksi yang baru akan dimulai pada 13 Juni mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, bahwa pihaknya dan Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini melakukan sosialisasi ganji-genap di 13 titik perluasan pada 30 Mei sampai 5 Juni 2022.

Baca: Diduga Virus Cacar Monyet Menular Lewat Hubungan Seks Sesama Jenis

Setelah itu, pada 6 hingga 12 Juni 2022, akan dilakukan tindakan, namun masih dalam tahap uji coba.

“Pekan ini juga akan dilakukan sosialisasi hingga 5 Juni 2022. Untuk menindak, bila ada pelanggaran di 13 zona baru, kami tidak akan berikan tilang dulu melainkan hanya berupa teguran saja,” ucap Kombes Sambodo Purnomo Yogo, pada hari Senin 30 Mei 2022.    

Selama uji coba yang dilakukan polisi tidak akan sanksi tilang,tapi hanya melakukan peneguran saja.

Ia juga mengatakan, untuk implementasi yang tepat, pihaknya juga telah mengerahkan personel yang menjaga di13 titik deteksi baru.

“Artinya ada anggota yang jaga, jadi kalau ada yang melanggar kita berhentikan, nanti kita tegur,” jelasnya.

Sambodo juga menjelaskan, usai pelaksanaan uji coba, polisi hanya menjatuhkan denda dan diberlakukan secara tegas di 26 wilayah ganjil genap.

Aturan titik genap dan ganjil lama dan baru itu mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019.

“Nah, setelah tanggal 13 maka kita akan melakukan penindakan terhadap 26 wilayah tersebut,” jelas Sambodo.

Dalam perluasan genap-ganjil di 26 titik, penuntutan terhadap pelanggar akan dilakukan dengan menggunakan kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) maupun secara manual.    

Sebanyak 12 titik lokasi lama telah dipasang kamera ETLE, penindakan akan dilakukan secara elektronik.

Sedangkan di 14 tempat lainnya yang belum terpasang E-TLE, tindakan akan dilakukan secara manual.

Daerah ini akan memiliki polisi yang bertugas di semua 14 lokasi dan akan melakukan tilang di tempat untuk pelanggaran ganjil dan genap.

“Ada 14 daerah yang belum memiliki kamera ETLE, sehingga penertiban dilakukan dengan manual yang artinya pengecekan manual oleh anggota lapangan,” jelas Sambodo. (*)

Baca: 12 Rekomendasi Tempat Wisata Kuningan Jawa Barat

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.