Aspidum Kejati Sulawesi Tengah Cederai Kemerdekaan Pers

waktu baca 2 menit
ket Foto: Ruslan Sangadji Ahli Dewan Pers

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah Fitrah, dianggap cederai kemerdekaan pers, yang mengusir para wartawan saat coba meliput acara Hari Adhyaksa di kantor itu.

Ruslan Sangadji Ahli Dewan Pers Sulawesi Tengah menegaskan sangat menyayangkan sikap Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Fitrah, yang telah mengusir wartawan saat sedang meliput.

“Sikap Aspidum tersebut sangat bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999,” ucap Ruslan Sangadji.

Wartawan yang melakukan peliputan karena menjalankan perintah undang-undang, sehingga jika ada oknum yang bertindak seperti Aspidum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah juga harus menerima sanksi sesuai ketentuan undang-undang.

Baca: Oknum Aspidum Kejati Sulawesi Tengah Usir Tim Jurnalis

Ia menegaskan, Sikap Aspidum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah sama saja dengan menghalang-halangi kerja wartawan, maka sanksinya adalah penjara atau denda Rp 500 juta.

Ruslan mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah untuk menindak tegas Aspidum dan meminta wartawan untuk tidak berhenti mempertanyakan tindakan Aspidum itu.

“Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah tidak bisa tinggal diam, harus segera turun tangan,” sarannya.

Ruslan Sangadji menambahkan, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah juga harus lebih selektif dalam melihat wartawan yang meliput di kantor itu

Ia mengatakan, jangan sampai jurnalis yang tidak memiliki kompetisi justru mendapatkan kursi yang sangat istimewa di Kejati Sulawesi Tengah, sedangkan jurnalis yang memiliki kompetisi muda, madya, dan utama malah diusirg karena saat coba meliput. (*/Ikh)

Baca: Suami Istri di Donggala Dianiaya, Pelaku Akhirnya Diringkus Polisi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.