Asosiasi, Inventaris Petani Walet Parigi Moutong

  • Whatsapp
Asosiasi, Inventaris Petani Walet Parigi Moutong
Ket foto: (Koordinasi bersama Asosiasi Petani Walet- Bapenda Parigi Moutong bersama Asosiasi Petani Walet Khatulistiwa berkoordinasi sebelum menginventarisir petani walet di Kantor Bapenda Parigi Moutong, Rabu 12 Februari 2020. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii)

Parigi moutong, gemasulawesi.comAsosiasi petani walet khatulistiwa menginventaris petani serta bangunan walet di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Asosiasi petani walet bersama Dinas peternakan Parigi Moutong yang turun langsung mendata lokasi petani walet sesuai dengan standar kualitas ekspor,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah Parigi Moutong, Moh. Yasir di ruang kerjanya, Rabu 12 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, PT FKS selaku perusahaan eksportir sarang burung walet ke Cina, telah menetapkan standar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Standar itulah yang coba diterapkan dan disosialisasikan kepada petani walet Parigi Moutong.

PT FKS kata dia, telah berkomitmen untuk menjaga kualitas mutu sarang burung walet sesuai pasar internasional. Sehingga, asosiasi beserta Dinas Peternakan Parigi Moutong akan mendata bangunan serta sarang burung walet sesuai permintaan importir Cina.

Kabupaten Parigi Moutong dijadikan pasar baru untuk mengekspor sarang burung walet. Setelah kunjungan perdana beberapa waktu lalu, FKS menilai kualitas sarang walet Parimo sudah baik.

“Sarang burung walet yang akan diekspor, disyaratkan bangunan waletnya mesti teregister terlebih dahulu,” jelasnya.

Hasil register bangunan walet pengusaha itu kata dia, akan dikirimkan ke importir Cina. Jadi, setiap sarang walet yang diekspor akan dapat diketahui terkait profil lengkap serta lokasi asal ekspor.

Ia mengatakan, tugas FKS bersama Asosiasi serta Dinas Peternakan yang memastikan kualitas sarang burung walet sesuai dengan syarat pasar internasional.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Petani Walet Khatulistiwa, Riswan Baco Ismail mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan Pemda untuk meningkatkan kesejahteraan petani sarang burung walet.

“Ada beberapa alasan kami mengikuti program dengan FKS dan Pemda. Alasannya antara lain, kerjasama ini memberikan nilai tambah buat petani,” tuturnya.

Selain itu, dengan adanya program ekspor ke Cina, tentunya akan memberi penguatan kepada pendapatan daerah. PAD Parigi Moutong bisa meningkat dengan adanya retribusi atau pajak dari kegiatan ekspor ini.

kemudian, Pemda juga dinilai mampu memberikan jaminan harga sarang burung walet tetap stabil dan bersaing.

Apalagi lanjut dia, FKS juga menawarkan adanya bimbingan untuk meningkatkan kualitas sarang burung walet sesuai standar internasional. Kalau kualitasnya meningkat, tentunya harga pun ikut melonjak.

“Terkait syarat registrasi, kualitas dan keuntungan yang didapatkan akan segera tersosialisasi kepada petani walet,” tutupnya.

Baca juga: Ini Alasan DPRD Parigi Moutong Siapkan Perda Perlindungan Nelayan

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar