Askrindo Beri Jaminan ke 8130 UMKM, Senilai Rp 4,8 Triliun

waktu baca 2 menit
Foto: Salah Satu Produk UMKM.

Berita nasional, gemasulawesi– Perkuat pemulihan ekonomi nasional, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberikan penjaminan sekitar Rp 4,8 triliun kepada 8130 UMKM.

“Jaminan yang diberikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui penjaminan kredit modal kerja ini, kami berharap bisa meningkatkan permodalan pelaku UMKM, sekaligus menurunkan risiko kredit perbankan,” ungkap Direktur Operasional Askrindo Erwan Djoko Hermawan dalam siaran pers, Senin 21 Juni 2021.

Penjaminan dari anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini diberikan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung, sekaligus mengurangi lonjakan kredit bermasalah tengah dihadapi perbankan nasional.

Baca juga: Terealisasi 52 Persen, Satgas Maksimalkan Penyaluran Program

Baca juga: Cukup Tinggi, Angka Buta Aksara di Banggai Sulawesi Tengah

Berdasarkan sektor usaha, penjaminan kredit modal kerja masih didominasi oleh sektor perdagangan dengan plafon mencapai Rp 3,3 Triliun. Selanjutnya, diikuti penjaminan jasa dan sektor lainnya Rp 363 Miliar, dan penjaminan bagi sektor pertanian dan kehutanan sekitar Rp 357 Miliar.

“Semoga ekonomi masyarakat tetap berputar, suplai barang dan permintaan semakin meningkat, sehingga pada akhirnya penyerapan tenaga kerja kembali terbuka,” ujarnya.

Baca juga: Muhammadiyah Bantu Pemulihan Pasca Bencana Sigi

Baca juga: Polisi Masih Usut Perampokan Nasabah Bank di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Besarnya penyerapan sektor perdagangan menjadi indikasi semakin kuatnya pemulihan daya beli masyarakat serta gerak perekonomian yang semakin membaik.

Kedepan, Askrindo berkomitmen untuk berpartisipasi memperkuat pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui penjaminan kredit ke segala sektor usaha yang kredibel.

Baca juga: Muhammadiyah Bantu Pemulihan Pasca Bencana Sigi

Baca juga: BPJS Tunggu Kelanjutan Kerjasama Dari Pemda Parigi Moutong

“Kami membantu perbankan dalam mengurangi rasio kredit macet, di tengah upaya pemerintah dan regulator mengurangi dampak lonjakan kredit bermasalah perbankan akibat Covid-19,” ujarnya.

Berdasarkan wilayah, Jawa Tengah dan Jawa Timur mendominasi penyerapan penjamin. Serapan penjaminan di Solo mencapai Rp 228 Miliar, diikuti Surabaya Rp 215,6 Miliar, dan Semarang Rp 201,1 Miliar. (***)

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

Baca juga: Sekda Harap Investasi Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.