Banner Disperindag 2021 (1365x260)

APRI Parimo Benarkan Kepsek Ibrahim Kulas Konsultasi Soal Tambang Emas

APRI Parimo Benarkan Kepsek Ibrahim Kulas Konsultasi Soal Tambang Emas
Foto: Ketua APRI, Sumitro.

Gemasulawesi– Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia atau APRI Parimo, Sulteng, membenarkan Kepsek SDN Baliara Ibrahim Kulas konsultasi soal tambang emas.

“Pak Ibrahim itu kepala sekolah? Saya pikir hanya guru biasa. Ia koordinasi soal izin tambang dari ilegal menjadi legal,” ungkap Ketua APRI Parimo, Sumitro saat dihubungi, Selasa 1 Agustus 2021.

Ia tidak tahu pasti sejauh mana keterlibatannya di tambang emas ilegal Desa Kayuboko. Akibatkan Kepsek Ibrahim Kulas abaikan tugasnya di sekolah.

Baca juga: Diduga Oknum Kepsek Main Tambang Ilegal di Parigi Moutong

Dia menjelaskan, APRI saat ini sedang mengurus beberapa hektar lahan milik kelompok tambang emas ilegal di Desa Kayuboko untuk menjadi wilayah tambang rakyat.

Sebelum proses pengurusan izin dilakukan, lahan itu diusulkan pihaknya ke pemerintah daerah. Sehingga, ditetapkan dalam RTRW sebagai wilayah tambang rakyat.

“Kemungkinan proses pengurusan izin ini ingin ditempuhnya, makanya dia sering koordinasi ke kami,” jelasnya.

Kemudian, dia juga membantah, jika ada dugaan APRI disebut-sebut memberikan perlindungan kepada sang Kepsek terkait aktifitas tambang emas ilegal dilakukannya di Desa Kayuboko.

“Kalau itu tidak benar. Tidak ada perlindungan kami atas dugaan dia terlibat pada aktifitas tambang disana,” tandasnya. 

Sumitro mengaku, sangat menyayangkan jika tugas dan tanggungjawab sang Kepsek diabaikan, untuk kegiatan tambang.

“Sebaiknya jangan, tanggungjawab harus tetap diutamakan,” ucapnya.

Baca juga: Wakil Rakyat Dorong BKPSDM Sikapi Kepsek Diduga Main Tambang Ilegal

Disdikbud minta klarifikasi Ibrahim Kulas

Diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahkan telah mengundang Kepsek Ibrahim Kulas untuk dimintai klarifikasinya atas dugaan mengabaikan tugas.

Dihadapan Kepala Disdikbud Aminuddin, dia mengakui tidak aktif di sekolah selama kurang lebih 12 hari lamanya karena sedang menjalani Isolasi Mandiri.

Bahkan, Ibrahim Kulas membantah terlibat dalam aktifitas PETI itu. Ia beralibi datang ke lokasi tambang hanya sebatas melihat aktifitas masyarakat disana.  

Selain itu, dugaan Kepsek abai terhadap tugasnya mendapatkan tanggapan dari Ketua Komisi IV.

Menurutnya, jika bersangkutan dinyatakan bersalah harus berikan sanksi, baik teguran atau bentuk sanksi lainnya.

Itu untuk memberikan efek jera serta memberikan gambaran kepada Aparat Negeri Sipil (ASN) lainnya.

Apalagi lanjut dia, Kepsek SDN Baliara melakukan aktifitas pertambangan emas, di lokasi belum memiliki kejelasan terkait status izinnya. (***)

Baca juga: Diduga Main Tambang Ilegal, Disdikbud Parimo Panggil Kepsek Ibrahim Kulas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post