Selasa, Mei 18, 2021

Aplikasi Baru Hambat Pencairan Dana Bos 2021 Parigi Moutong

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebut aplikasi baru Kemendikbud hambat pencairan dana BOS 2021.

“Pihak sekolah mesti input Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) ke dalam aplikasi baru bernama ARKAS,” ungkap Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar, Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia mengatakan, itu sebagai syarat pencairan dana BOS 2021 tahap satu.

Setelah RKAS diinput, diprint lalu ditandatangani Kepala Sekolah, Bendahara dan Komite. Lalu, verifikasi Disdikbud. Jika penginputan benar, maka diberikan rekomendasi pencairan dana BOS 2021.

Baca juga: BPBD Belum Pastikan Pencairan Tahap Tiga

“Pencairan dana BOS tahun ini sudah mencapai 70 persen khususnya tingkat sekolah dasar,” sebutnya.

Ia melanjutkan, pengajuan pencairan dana BOS 2021 tingkat SD sejak minggu lalu. Targetnya, realisasi akan berakhir minggu depan.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa sekolah berkas pencairan dana BOS 2021 dikembalikan. Pasalnya, terdapat sejumlah kekurangan atau kesalahan.

Baca juga: Polsek Luwuk Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan di Pelabuhan

Misalnya, anggaran terinput dalam aplikasi tidak sesuai dengan berkas diajukan. Serta, Silpa tidak terinput dalam aplikasi.

Terkait dana BOS, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, sekolah yang siswanya sedikit dan di wilayah 3T kesulitan mengelola anggaran BOS. Karena, mendapatkan nominal sedikit. Maka tahun ini diberikan keleluasaan dengan menambahkan anggaran BOS.

Dia menyebutkan, dana BOS 2021 terdiri dari BOS reguler, afirmasi, dan kinerja. Ada perbedaan utama dalam penyaluran dana BOS 2021 dengan tahun ini. Di mana BOS (reguler) 2021 dibedakan antar-kabupaten/kota sesuai kondisi dan kebutuhan daerah.

Baca juga: Terima BOS Reguler dan Afirmasi, Sekolah di Parigi Moutong Dapat

“Perhitungan biaya satuan BOS reguler tingkat kabupaten/kota dilakukan berdasarkan indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik. Juga Indeks Besaran Peserta Didik (IPD) yaitu indeks jumlah peserta didik per sekolah,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi BOS reguler di 2021 mencapai Rp 52,504 triliun. Dengan rincian SD Rp 23,8 triliun, SMP Rp 11,65 triliun, SMA Rp 7,76 triliun, SMK Rp 8,65 triliun, dan SLB 645, 93 miliar.

Baca juga: Warga Kritisi Kebijakan Buka Tutup Perbatasan Poso

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article