APBD Parimo 2018 Jebol Puluhan Miliar

APBD Parimo jebol pasalnya, tingginya nilai defisit perencanaan dari target awal.

0
228
APBD Parimo 2018 Jebol Puluhan Miliar Pendapatan
Anleg DPRD Parimo, I Made Yastina.

Parimo, gemasulawesi.com Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng, Tahun 2018 jebol hingga Rp 20 miliar.

APBD Parimo jebol pasalnya, tingginya nilai defisit karena belanja yang dilakukan pemerintah tidak sebanding dengan target pendapatan yang akan diperoleh.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Pansus Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018, DPRD Parimo, I Made Yastina, kepada gemasulawesi.com, beberapa waktu lalu.

“APBD 2018 merupakan yang terburuk, hampir semua target instrumen pendapatan daerah tidak dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Dia menyebut, ada penyebab utama yang memicu tingginya defisit APBD murni 2018, dari alokasi kurang lebih Rp 1,5 Triliun saat ini.

Pertama, besaran pendapatan asli daerah tidak memenuhi target diawal setelah perubahan, tidak sebanding realisasi anggaran pendapatan

Kedua, pendapatan dari pajak dan bukan pajak yang meleset dari penghitungan perubahan anggaran terakhir.

“Dana perimbangan pun tidak mencapai target pendapatan Tahun 2018, walaupun telah merujuk pada surat PMK,” jelasnya.

Alfred Tongiro Anleg DPRD Parimo menuturkan, edaran PMK tentang anggaran perimbangan merupakan dasar pemda menyusun anggaran daerah.

Namun, apa penyebab sehingga realisasinya pendapatan dana perimbangan dibawah target, sehingga berdampak pada realisasi belanja daerah 2018.

Arif Alkatiri, Sekretaris Pansus DPRD Parimo menambahkan, apabila terlalu tinggi nilai SILPA, maka dapat dikategorikan perencanaan pembangunan tidak bagus.

“Kedepannya perencanaan yang bersifat estimasi harus sudah ditinggalkan, dan harus sudah mengarah ke peencanaan riil,” tegas Arif Alkatiri.

I Made Yastina melanjutkan, penyumbang berkurangnya PAD adalah faktor tidak capai target realisasi anggaran dari pelayanan BLUD RS Anuntaloko senilai 7 Miliar Rupiah.

Berikutnya, faktor selisih dana BOS kucuran dari APBN terdapat selisih dari target senilai 6 Miliar Rupiah.

Selain itu, selisih dana perimbangan yang terbagi pada selisih DAU senilai kurang lebih 1 Miliar Rupiah dan DAK senilai kurang lebih 4 Miliar Rupiah.

“Belum lagi dana bagi hasil pajak yang selisih dari target senilai kurang lebih 8 Miliar Rupiah,” tegas I Made Yastina.

Baca juga: Pansus DPRD Parimo Bahas LPJ APBD 2018

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan