Senin, April 12, 2021
BerandaPaluRSUD Anutapura Stop Terima Pasien Covid 19

RSUD Anutapura Stop Terima Pasien Covid 19

- Advertisement -spot_img

Berita kota palu, gemasulawesi– Direktur drg Hery Muliadi menyebut RSUD Anutapura untuk sementara stop terima pasien covid 19.

Hal itu lantaran Ketua Tim Medis Covid 19 RSUD Anutapura Kota Palu Sulawesi Tengah, terkonfirmasi positif covid 19.

“Akan gawat apabila dokter terkonfirmasi positif menangani pasien yang masuk. Makanya, RSUD Anutapura stop terima pasien covid 19 untuk sementara waktu,” ungkap Direktur RSUD Anutapura, drg Hery Mulyadi, di Kota Palu, Sabtu 26 Desember 2020.

Apalagi kata dia, orang yang datang memeriksakan diri belum tentu positif covid 19. Biasanya, pasien itu reaktif rapid tes, sehingga datang untuk melakukan swab.

Ia melanjutkan, kemarin hasil Swabnya sudah keluar. Dan  Ketua Tim Medis COVID-19 RSUD Anutapura, dr Winarti terpapar covid 19.

Baca juga: BNPT Paparkan Konsep Tangani Konflik Sosial di Sulawesi Tengah

“Saya konfirmasi beliau, dan dr Winarti positif covid 19,” sebutnya.

Ia mengatakan, seminggu yang lalu dr Winarti pernah melakukan perjalanan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara diketahui, wilayah itu merupakan zona merah penyebaran Covid 19.

dr Winarti sebutnya, melakukan perjalanan ke Makassar untuk  menjenguk keluarganya yang sementara sakit.

“Kasus dr Winarti terpapar covid 19, masih sedang ditracking untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelasnya.

Baca juga: Hasil Uji Swab, Puluhan Tenaga Medis RSUD Anutapura Positif Covid 19

Namun menurutnya, penyebabnya kemungkinan karena memang dr Winarti alami kelelahan. Dari Maret hingga Desember 2020 pasien covid 19 membludak.

Akibat kasus ini, seluruh tim Covid 19 RSUD Anutapura Kota Palu melakukan tes Swab.

“Kalau hasilnya terkonfirmasi positif, akan diisolasi. Sementara yang non reaktif lanjut melaksanakan tugas,” tuturnya.

Baca juga: Sulteng Tambah Sembilan Kasus Baru Covid-19

Direktur RSUD Anutapura Juga Positif Covid 19

Sebelumnya, Direktur RSUD Anutapura Palu drg.Herry Muliyadi melalui siaran langsung di akun face booknya Jum’at 25 Desember 2020.

Menurutnya, Kota Palu mengalami peningkatan yang signifikan sejak September hingga desember 2020 yakni mencapai kurang lebih 600 kasus positif covid19.

“Jika dibandingkan pada bulan Maret hingga Juli 2020 hanya mencapai 54 kasus positif covid19. Tapi menjelang akhir tahun 2020 ini, benar-benar mengejutkan peningkatannya,”tuturnya.

Baca juga: Update Corona Sulawesi Tengah 05 April 2020, Bertambah Satu PDP

Ia meminta masyarakat kota Palu selalu mematuhi protokol kesehatan (protkes), dengan menggunakan masker bila keluar rumah, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menghindari kerumunan massa.

Ia meminta kepada masyarakat kota Palu untuk selalu bersama-sama menjaga diri dan keluarga dari penularan penyakit berbahaya itu. Olehnya untuk sementara mohon jangan ada kegiatan kumpul-kumpul mulai dari sekarang hingga pergantian tahun.

“Hasil rapat Forkompida Kota Palu mengacu pada maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis dimana dilarang berkumpul merayakan pergantian tahun 2020 ke 2021. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menghindarkan masyarakat dari penularan covid19,” tuturnya.

Baca juga: Dokter dan Perawat di Kota Palu Terinfeksi Corona

Puluhan Tenaga Medis Positif Covid 19, RSUD Anutapura Stop Terima Pasien

Puluhan tenaga medis yang bertugas di RSUD Anutapura Palu dinyatakan positif Covid 19 dari hasil uji swab test.

“Kasus Covid 19 Kota Palu terus melonjak. Bahkan, saat ini ada sebanyak 55 tenaga medis RSUD Anutapura positif Covid 19,” ungkap Plt Direktur RSUD Anutapura drg Hery Mulyadi, di Palu, Selasa 22 Desember 2020.

Ia mengatakan, saat ini angka kumulatif pasien Covid 19 di Kota Palu mencapai 845 kasus.

Baca juga: Ini Cara Cek Penerima BST Kemensos Pada Laman DTKS

Akibat terpaparnya puluhan tenaga medis di RSUD Anutapura berdampak pada pelayanan medis terhadap pasien umum.

Bahkan, manajemen RSUD Anutapura Palu menutup sementara tiga ruang pelayanannya akibat pandemi covid 19.

Tiga ruangan yang ditutup sementara itu yakni ruangan bersalin, poli bedah, dan perawatan bedah, serta ruang pelayanan radiologi.

Baca juga: Mardani Ali Sera Dukung Pengusutan Tuntas Kematian Enam Laskar FPI

“Nakes terpapar covid 19 sudah terjadi sejak beberapa hari lalu,” tuturnya.

Penutupan dilakukan sejak 3 hari lalu. Keputusan itu diambil sebagai langkah memutus penularan lebih luas.

Ia mengatakan, awalnya tenaga medis yang terindikasi adalah 12 orang bidan. Pihaknya masih menunggu hasil uji swab test.

Baca juga: Rizal Ramli Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun 2021 Akan Bermasalah

Tenaga Medis RSUD Anutapura Positif Covid 19, Manajemen Tutup Layanan Sementara

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Anutapura Palu bidang pelayanan, dr Muhamad Akbar mengungkapkan ruangan bersalin akan dibuka kembali 23 Desember 2020.

“Pelayanan radiologi diupayakan bisa kembali buka pada 22 Desember 2020. Atau setelah proses pelacakan kasus dan sterilisasi selesai dilakukan,” sebutnya.

Baca juga: BKKBN Sulteng Harap Layanan KB di Parimo Meningkat

Ia memastikan petugas yang terkonfirmasi positif sudah ditangani dengan perawatan isolasi baik di RS maupun isolasi mandiri.

Hingga kemarin, tim PPI (Penanggulangan Penyakit Infeksi) RSUD Anutapura masih melakukan pelacakan riwayat kontak dari petugas yang terpapar.

“Itu dilakukan untuk mengetahui asal sebaran virus covid 19,” jelasnya.

Akibat temuan kasus Covid 19 petugas RS itu sendiri. Penanganan pasien untuk tiga layanan itu terpaksa ditunda. Dan dialihkan ke rumah sakit lainnya.

Baca juga: Assesment Tenaga Kontrak 2021, Disdukcapil Parimo Uji 69 Honorer

Ia menambahkan, pelayanan untuk pasien emergency terpaksa kami alihkan ke RS lain.

“Sedangkan yang tidak darurat kami tunda sementara,” sebutnya.

Jumlah pasien positif terinfeksi Covid 19 di Sulawesi Tengah kembali  melonjak signifikan Sabtu 26 Desember 2020.

Ada penambahan 42  kasus hari ini, sehingga total keseluruhan  warga Sulteng terkonfirmasi positif hingga saat ini, menjadi 3012 orang. Dua daerah yakni Kota Palu dan Kabupaten Banggai penyumbang terbanyak tambahan pasien baru positif.

Baca juga: 300 Orang Ikuti Swab Massal Parimo Hari Pertama

Kota Palu data yang tertera pada Pusat Data Nasional (Pusdatina) Covid 19 Sulteng, ada tambahan 15 pasien baru.

Begitu pula dengan Kabupaten Banggai yakni 15 kasus baru. Kemudian disusul Kabupaten Morowali sebanyak lima pasien baru.

Di Kabupaten Sigi, dilaporkan empat warganya terinfeksi virus Corona. Sedang di Toli-Toli tercatat dua pasien, serta Morowali Utara (Morut) dilaporkan satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan tambahan pasien Covid 19 meninggal dunia, hari ini ada ketambahan satu orang. Dengan tambahan itu, maka warga Sulteng meninggal akibat terpapar positif Covid-19 kini menjadi 103 orang. Pasien Covid 19 yang meninggal dunia, adalah warga Kabupaten Morowali.

Sementara itu, data Pusdatina menyebut pasien Covid 19 yang telah sembuh ada tambahan 14 orang.

Pasien sembuh ini,  kesemuanya merupakan warga di Kabupaten Morut. Sehingga total pasien Covid 19 yang dinyatakan telah sembuh di Sulteng kini berjumlah 1.736 orang.

Sementara itu, jumlah pasien dalam perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mendirikini berjumlah 1.173 orang.

Kabupaten Morowali masih tertinggi penanganan pasien Covid-19 yakni 398 pasien, kemudian di Kota Palu sebanyak 387 pasien.

Selanjutnya di Kabupaten Poso menangani 165 pasien Covid-19, Morut 65 pasien, Banggai 55 pasien.

Sedang di Kabupaten Toli_Toli tercatat 32 pasien, Parigi Moutong 27 pasien, Tojo Una-Una 14 pasein, Donggala dan Sigi masing-masing 11 pasien, serta Kabupaten Banggai Laut enam pasien, dan Banggai Kepulauan  dua pasien.

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img