fbpx

Angka Stunting di Parimo Alami Tren Penurunan 11,4 Persen

waktu baca 2 menit
Foto: Kabid Kesmas Dinkes Parimo, Kurniati.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo, Sulawesi Tengah, mencatat angka stunting tahun 2020 mengalami tren penurunan hingga 11,4 persen.

“Penurunan ini merupakan hasil kerjasama seluruh pihak, untuk memerangi stunting,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Parimo, Kurniati, di ruang kerjanya, Jumat 21 Mei 2021.

Ia menjelaskan, zona Lokus stunting di Parimo pada tahun 2021 tersebar di 35 desa di sembilan kecamatan. Pemetaan zona, untuk melakukan intervensi guna menekan pertumbuhan stunting dan gizi buruk.

Baca Juga: Dianggap KPK Tak Mampu Novel Baswedan Tawarkan Bantuan

Menurutnya, tren penurunan stunting di Parimo tahun 2021 karena penggunaan pola penanganan stunting dengan memaksimalkan program kerja tahun sebelumnya.

“Penanganan stunting ini juga melibatkan sekitar enam OPD. Diantaranya Bappelitbangda, Dinas PMD,” sebutnya.

Baca juga: Parigi Moutong Target Penurunan Stunting Dibawah 10 Persen

Edukasi tentang stunting kata dia, terus dilakukan agar meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pola hidup sehat. Dan hadir dalam kegiatan imunisasi melalui peran kader posyandu.

“Pola hidup tidak sehat, menjadi salah satu indikator terjadinya stunting,” tuturnya.

Baca juga: Cegah Stunting Wajib Masuk Program Pembangunan Desa Lokus

Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Curanmor di Jalan Anoa, Kota Palu

Ia melanjutkan, Dinkes sedang menggalakan program Gerakan Pemuda Peduli Kesehatan (GEMPITA). Itu diyakini akan menurunkan angka stunting pada tahun 2021.

Pada program itu kata dia, ada namanya dego-dego GEMPITA. Nanti, ibu hamil hadir untuk dapatkan edukasi soal kesehatan gizi dan pemahaman tentang stunting.

Baca juga: Januari 2021, Angka Stunting di Parigi Moutong Turun 11,4 Persen

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Ajukan Izin Belajar Tatap Muka

Ia mengharapkan, memerangi stunting tidak hanya menjadi kesadaran Pemda sebagai penyedia fasilitas penunjang. Tetapi warga sebagai sasaran, juga harus sadar akan pentingnya pola hidup sehat.

“Kesadaran dari warga juga kami butuhkan. Sebab meskipun sanitasi dan fasilitas pendukung lainnya tersedia tapi tidak termanfaatkan jelas tidak akan mempengaruhi penurunan angka stunting,” tutupnya.

Baca juga: Atur Pola Makan, Cara Sembuh Penyintas Covid 19

Baca juga: 13 Kecamatan Lokus Pelaksanaan Stunting di Satuan Paud

Laporan: Rifaldi Kalbadjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.