Januari 2021, Angka Stunting di Parigi Moutong Turun 11,4 Persen

Januari 2021, Angka Stunting di Parigi Moutong Turun 11,4 Persen
Foto: Illustrasi Stunting
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Bappelitbangda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebut angka stunting sejak Januari 2020 hingga Januari 2021 sudah menurun 11,4 persen.

“Hasil capaian itu akan coba dipertahankan hingga 2022 mendatang,” ungkap Kabid Sosbud Bappelitbangda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sahid Badja, usai rapat koordinasi tentang percepatan penanganan stunting, di aula Bappelitbangda, Senin 8 Maret 2021.

Ia mengatakan, pihaknya menargetkan tahun 2022 sampai 2024, angka stunting di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bisa ditekan lagi. Hingga mencapai angka 9 persen atau dibawahnya.

Pemerintah pusat menetapkan standar angka stunting untuk semua kabupaten 2024 harus 14 persen dan itu maksimal.

“Saat ini kita sudah dibawah standar maksimal yang ditetapkan nasional yaitu 11,4 persen,” sebutnya.

Baca juga: Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

Terkait program angka stunting 2021-2024, Bappelitbangda Parigi Moutong mengadakan rapat koordinasi lintas sektor.

Ia menyebut, ini sebagai bahan evaluasi semua perangkat daerah. Sehingga, nanti di 2021 dan perencanaan di 2022 akan diperbaiki kekurangan tahun 2020 lalu.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan ada sekitar 20 program tentang penanganan stunting dan sebagai besar menunjukan perbaikan.

“Namun, hanya ada beberapa program yang masih dikatakan kategori rendah, misalnya jaminan kesehatan dan penambah darah.Sehingga perlu ditingkatkan di 2021 ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Elen Ludia Nelwan mengatakan. Untuk Lokasi fokus (Lokus) intervensi stunting, akan dipusatkan di 36 desa dari delapan Kecamatan di Parimo. Sasarannya adalah ibu hamil dan bayi.

Sementara itu kata dia, untuk pelaksanaan aksi pengentasan stunring itu rencananya akan dilaksanakan setelah kegiatan rapat koordinasi ini selesai.

“Untuk kegiatan lokus intervensi stunting ini juga akan melibatkan lintas sektor. Hal itu berdasarkan arahan dari Wabup,” jelasnya.

Ia menyebut pencegahan stunting bukan hanya difokuskan ke desa atau kecamatan. Namun, harus menyasar juga hingga ke dusun.

Tekait pengurangan angka stunting, dirinya berharap supaya warga tahu tentang bagaimana perilaku terutama ibu hamil yang akan melahirkan. Untuk difasilitasi kesehatannya pemberian makanan tambahan dan imunisasi yang lengkap.

Baca juga: Cegah Stunting Wajib Masuk Program Pembangunan Desa Lokus

Laporan: Aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post