Senin, Mei 17, 2021

Angin Kencang Hantam Dua Desa di Parigi Moutong

Tujuh Rumah di Desa Eeya dan Satu Rumah di Desa Parigimpu’u Rusak Berat

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Angin kencang hantam dua desa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Beberapa rumah warga alami rusak berat.

Dua desa itu adalah Desa Eeya, Kecamatan Palasa dan Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat.

Di Desa Eeya, Palasa, Sulawesi Tengah, kejadian yang menghantam tujuh rumah warga itu, dimulai 12.00 Wita dan berakhir hingga sore hari, Minggu 14 Februari 2021.

Akibat hantaman angin kencang, semua warga Desa Eeya, Palasa berhamburan keluar rumah untuk mengamankan diri dan menjauhi pepohonan yang berpotensi akan tumbang.

Amin, salah satu warga menuturkan, badai angin pernah terjadi di Desa Eeya tahun 2009.

Baca juga: Angin Kencang Parigi Moutong, Satu Rumah Nelayan Ongka Malin

“Tahun 2009 silam, angin menghantam beberapa rumah warga menjadi rusak berat dan juga merusak batang pohon cengkeh milik warga,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Eeya, Palasa, Sulawesi Tengah, Sofyan M Taali menuturkan, akibat badai angin itu tujuh rumah dan satu perumahan guru rusak berat.

Angin puting beliung di Desa Eeya, Palasa tidak menelan korban jiwa. Hanya saja berpotensi menimbulkan kerugian materil puluhan juta rupiah.

Saat itu, badai angin hampir terjadi di seluruh wilayah bagian utara Parigi Moutong dengan durasi sangat lama.

Sementara di Desa Parigimpu’u, Parigi Barat, Sulawesi Tengah, angin kencang hantam satu rumah warga.

Rumah warga milik Boria atap rumahnya terbang disapu badai angin yang melanda, Minggu 14 Februari 2021.

Angin Kencang Hantam Dua Desa di Parigi Moutong
Foto: Rumah Warga Desa Parigimpu’u, Parigi Barat, Parigi Moutong, Rusak Berat Dihantam Angin Kencang, Minggu 14 Februari 2021.

Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja yang pertama kali terjun langsung ke lokasi bencana. Ia melihat kondisi rumah ibu Boria, sambil memberikan bantuan.

“Beginilah kondisi rumah warga kami atas nama Boria yang dihantam angin kencang kemarin siang,” tuturnya.

Ia mengatakan, dengan kondisi cuaca saat ini tidak menentu, masyarakat diharapkan terus waspada dan tetap tenang dalam menghadapi bencana alam.

Terpisah, Badan Metreologi, Kritomologi dan Geofisika (BMKG) Mutiara Kelas II Palu, Sulawesi Tengah menyebutkan, badai yang terjadi di Parigi Moutong dikenal dengan istilah Gusty yang berasal dari awan konvektif.

“Angin kencang seperti ini biasanya kami kenal dengam istilah Gusty yang berasal dari awan konvektif,” ungkap Wakil Manajemen Mutu (WMM) terkait Quality Control di Operasional BMKG Stament Mutiara Palu Affan N Dihasya.

Ia menambahkan, angin puting beliung identik dengan bentuknya seperti sekrup sehingga punya kemiripan.

Baca juga: Angin Kencang Parigi Moutong, Satu Rumah Nelayan Ongka Malino Rata Dengan Tanah

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article