Minggu, Mei 9, 2021

Aneh, Kalapas Parigi Sebut Kreatif Warga Binaan Buat Senjata Tajam

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Parigi, Askari Utomo menyebut warga binaan pembuat senjata tajam (Sajam) di ruang tahanan itu kreatif.

Pernyataan Kalapas Parigi itu menyulut kontroversial. Pasalnya, Sajam itu sangat berbahaya dan terlarang berada di area dalam Lapas.

Temuan dari razia Lapas Parigi belum lama ini terlihat beberapa Sajam berhasil disita petugas bersama handphone.

“Ya memang kalau dibilang itu kreatif,” ungkap Kalapas Kelas III Parigi, Askari Utomo, saat dikonfirmasi di Parigi Moutong, Sabtu 10 April 2021.

Ia mengakui, Sajam itu sangat berbahaya dan bisa melukai. Tapi masalahnya, bahannya dari sikat gigi dan bisa dijumpai sehari- hari.

Cara membuatnya, para warga binaan mengasahnya ke lantai ruang tahanan hingga tajam lalu dipasangkan gagang.

Barang sajam jenis sikat itu kata dia, ditemukan itu saat petugas Lapas bersama pihak kepolisian dari Polres Parigi Moutong menggelar razia beberapa waktu lalu.

“Kami petugas dituntun tidak boleh lengah untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Pernyataan dari Kalapas Parigi ini pun terbilang kontradiktif dengan kenyataan. Terbukti sistem pengawasan Lapas sangat lemah. Terlihat dari beberapa temuan serupa dan berulang. Bahkan pengakuan Kalapas Askari Utomo membenarkan itu.

Kalapas Parigi, Askari mengatakan barang seperti sajam ini sering kali ditemukan saat menggelar razia di ruang tahanan warga binaan.

Terkait dengan pembuat sejam didalam ruang tahanan pihaknya mengatakan belum mengetahui pasti tentang deliknya. Masih perlu dipelajari lagi karena dasar itu adalah bahannya dari sikat gigi kemudian dipertajam.

Hingga saat ini, upaya untuk mencegah perkelahian dan pertikaian antara warga binaan tidak terjadi lagi.

Sebelumnya, razia gabungan Petugas Lapas Parigi, serta Tim dari Polres Parigi Moutong memeriksa secara detail seluruh isi ruangan. Petugas gabungan pun menggeledah kamar dan badan warga binaan.

Hasilnya, sejumlah barang terlarang seperti senjata tajam buatan dan tiga unit handphone berhasil disita. Razia ini tidak menemukan obat-obatan terlarang.

Janggal jadinya barang seperti handphone dari luar bisa masuk ke dalam Lapas. Padahal ada penjagaan ketat.

Menimbulkan pertanyaan kualitas dari penjagaan Lapas. Atau pertanyaan lainnya terkait Kalapas tidak mengontrol bawahannya.

Terkait itu, Kalapas Parigi berdalih setelah razia gabungan dilakukan akan diadakan pendataan terkait barang temuan.

Kalapas Askari malah hanya memberikan sanksi kepada warga binaan yang masih kedapatan membawa barang terlarang itu. Alih-alih menelusuri kelemahan personilnya melakukan pengawasan dalam Lapas.

Baca juga: Polisi Amankan Dua Pemuda Bawa Sajam di Banggai

Laporan: Tim Gemasulawesi

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article