Aneh, BKPSDM Mengaku Tidak Mengetahui Status Michelle Stiyvan Mantan Terpidana Kasus Tipikor

  • Whatsapp
Aneh, BKPSDM Mengaku Tidak Mengetahui Status Terpidana Kasus Tipikor Michelle Stiyvan
Illustrasi ASN terpidana kasus korupsi

Parimo, gemasulawei.com Aneh, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi moutong (Parimo), mengaku tidak mengetahui Michelle Stiyvan adalah ASN dengan status terpidana kasus korupsi.

Padahal akibat menjalani hukuman penjara, Michelle Stiyvan tidak berkantor selama sembilan bulan lamanya. Parahnya, Michelle Stiyvan belum lama ini dilantik menjadi Kepala seksi (Kasi) Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUPRP Parimo.

Bacaan Lainnya

“Iya, saya menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan,” pengakuan Michelle Stiyvan kepada media ini via telpon selulernya, Rabu, 11 September 2019.

Sementara itu, Kepala Sub bidang (Kasubid) Disiplin dan Penghargaan, Bidang mutasi disiplin dan penghargaan BKPSDM Parimo, Fadli, mengaku tidak mengetahui soal status terpidana Michelle Stiyvan.

Menurut dia, saat itu dirinya belum menjabat sebagai Kasubid di BKPSDM Parimo. Selain itu kata dia, secara hierarki terkait laporan kedisiplinan maupun penghargaan bagi ASN, berdasarkan usulan dari OPD masing-masing.

“Saat itu saya belum jabat Kasubid, kalau tidak salah waktu itu masih ditangani pak Tasrif. Soal Michelle Stiyvan, nanti akan kami tindaklanjuti dengan pimpinan,” ujarnya, saat ditemui gemasulawesi.com, di ruang kerjanya, Jumat, 13 September 2019.

Hingga saat ini lanjut dia, pihaknya juga belum mendapat pemberitahuan OPD tempat Michelle Stiyvan bertugas.

Kemudian via telepon selulernya, Tasrif yang menjabat Kepala bidang pengembangan ASN BKPSDM saat itu, juga mengaku tidak mengetahui kasus Michelle Stiyvan.

Mantan Kepala BKPSDM Parimo, Mawardin, yang coba dikonfirmasi sedang tidak berada di tempat. Coba dihubungi via telepon juga tidak mendapat respon.

Sementara itu Kepala BKPSDM Parimo, Ahmad Saiful, masih belum memberikan komentar saat media ini mengirimkan bukti putusan Pengadilan Tinggi Palu via pesan Whatsaap belum lama ini.

Sebelumnya, dilansir dari situs putusan.mahkamahagung.go.id, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan sebuah alat berat pada kegiatan pengendalian banjir pada daerah tangkap air dan badan sungai tahun 2011. Total anggarannya senilai 1,5 Miliyar Rupiah.

Hakim Pengadilan Negeri Palu menyatakan Michelle Stiyvan bersalah, atas dugaan tidak pidana korupsi. Dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun sebagai tahanan kota.

Kemudian, atas upaya banding yang dimohonkan penuntut umum, hakim pengadilan tinggi mengabulkan permohonan banding dan memutuskan, menguatkan putusan PN Palu pada 16 September 2013, nomor 18/Pid.Sus/Tipikor/2013/PN.PL. Serta, memerintahkan agar Michelle Stiyvan ditahan dalam Rumah tahanan negara.

Diketahui, Penunjukan Michelle Stiyvan sendiri berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala dinas (Kadis) Pekerjaan umum Kabupaten Parimo tertanggal 03 Januari 2011, dengan nomor 03/KPTS/PPTK/DIS.PU/2011 yang di tandatangani Saifullah Djafar.

Kemudian, dilakukan perubahan sesuai dengan SK Kepala Dinas Pekerjaan Umum Parimo nomor 09.c/KPTS/PRBHN/PPK/DIS.PU/2011 pada 05 Agustus 2011 yang ditandatangani Arifin Amat, selaku pejabat Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum saat itu.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.