KPK Panggil Kembali Andi Arief Terkait Kasus Bupati Non Aktif PPU

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Pada Senin, 9 Mei 2022, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, untuk diperiksa lagi.

Andi Arief dipanggil kembali untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembelian barang dan jasa dengan tersangka Bupati (nonaktif) Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

“Pemeriksaan dilakukan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), merah putih atas nama Andi Arief Ketua Badan pemenang Pemilu Partai Demokrat),” kata Ali Fikri, juru bicara Plt Komisi Pemberantasan Korupsi, pada Senin, 9 Mei 2022 di jakarta

Sebelumnya, penyidik ​​KPK melakukan pemeriksaan terhadap Andi Arief pada Selasa, 12 April 2022. Penyidik ​​kembali memeriksa Andi Arief  terkait proses konsultasi pencalonan Abdul Gafur Mas’ud (AGM) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kaltim.

Baca: 11 Pemuda Parigi Moutong Berjalan Kaki Menuju Lokasi Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri

Selain itu, tim penyidik ​​juga mendalami pengetahuan saksi Andi Arief terkait dugaan aliran uang hasil rapat umum tersangka ke berbagai pihak. Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Satu tersangka datang sebagai suap dari pihak swasta, yakni Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ).

Untuk diketahui, Abdul Gafur mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kaltim sebelum ditangkap KPK. Abdul Gafur ditangkap Satgas KPK pada 12 Januari 2022 di sebuah mal di Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim yang tidak aktif, Abdul Gafur Mas’ud (AGM), sebagai tersangka. Nama Abdul Gafur Mas’ud disebut-sebut diduga menerima suap terkait pembelian barang dan jasa serta perijinan proyek.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah menetapkan lima tersangka lain dalam kasus ini. Ahmad Zuhdi alias Yudi sebagai pemberi suap. Juga Plt Sekda Penajam Paser Utara (PPU), Muliadi Kepala Dinas PURT Penajam Paser Utara (PPU), Edi Hasmoro.Juga Kepala Bidang Dinas Pemuda dan Pendidikan Jasmani Jusman dan Bendahara Umum (Bendum) DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis.

Tiga pejabat pemerintah PPU dan satu pejabat Partai Demokrat diduga menerima suap dari Abdul Gafur Mas’ud. (*)

Baca: 11 Pemuda Parigi Moutong Berjalan Kaki Menuju Lokasi Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.