Anak Usia 13 Tahun Tikam Satu Warga Ampibabo Parimo

  • Whatsapp
Anak Usia 13 Tahun Tikam Satu Warga Ampibabo Parimo Minuman Keras
Anak Usia 13 Tahun Tikam Satu Warga Ampibabo Parimo (Foto: Ist)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Karena dalam pengaruh minuman keras beralkohol, anak usia 13 tahun tikam satu warga di Ampibabo Kabupaten Parimo Sulteng.

“Kejadian itu terjadi di Desa Tombi Kecamatan Ampibabo Parimo,” ungkap Kepala Polsek Ampibabo IPDA Nasir Mangaseng, SH, via sambungan telepon, Rabu 16 September 2020.

Bacaan Lainnya

Ia menceritakan, awalnya korban beserta pelaku minum minuman keras. Kemudian, setelah selang beberapa lama terjadi perselisihan paham antar keduanya.

Dari perselisihan paham itu kata dia, sehingga terjadi penikaman kepada korban berinisial ASW (25). Kejadian pada malam hari itu mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

“Pelaku dan korban, keduanya ini sebenarnya berteman. Menurut pengakuan dari warga di sekitar tempat tinggal korban, ASW adalah anak yang baik,” tuturnya.

Baca Juga: Kasus Corona Sulteng Meningkat Drastis, Pandemi Gelombang Kedua?

Korban penikaman sebelumnya dibawa ke Puskesmas. Namun, nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan.

Dengan kesigapan aparat kepolisian, anak usia 13 tahun pelaku yang tikam warga di Kecamatan Ampibabo Parimo, sudah dapat diamankan. Sementara pelaku (13) sudah ditempatkan di Polres Parimo dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini, kami dari Polres Parimo sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” jelasnya.

Karena peristiwa ini, sempat ada gejolak di lokasi kejadian perkara. Keluarga korban sempat tersulut emosi dan mencari pelakunya.

Ia membenarkan adanya tindakan pembakaran rumah pelaku, pasca peristiwa yang menghilangkan nyawa korban.

“Untuk saat ini sejak malam kejadian, anggota kepolisian dari Polres Parimo sudah membantu anggota dari Polsek Ampibabo untuk melakukan pengamanan di TKP,” terangnya.

Melihat kejadian itu, kepolisian menghimbau kepada seluruh pihak termasuk dari keluarga korban untuk dapat menhana diri dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan keluarga dan warga sekitar.

Ia meminta warga bersabar dan menyerahkan segala penanganan hukumnya kepada Polres Parimo.

“Jangan sampai tersulut emosi yang berlebih, sehingga dapat merusak keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Sementara itu, sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia telah terangkum pada Undang-undang nomor 11 tahun 2012.

Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 1 angka 3, 4, 5 diatur bahwa anak adalah anak yang belum mencapai umur 18 tahun.

Namun, khusus usia anak yang dapat diajukan atau diproses melalui sistem peradilan pidana adalah orang yang usianya telah mencapai 12 tahun tetapi belum berusia 18 tahun.

Pada dasarnya pidana bagi anak terbagi dalam beberapa bagian, diantaranya pidana peringatan, pidana dengan syarat, pelatihan kerja, pembinaan dalam lembaga dan terakhir penjara.

Pelaku pembunuhan seorang anak atau remaja berusia 15 tahun, maka bisa mendapat ancaman hukumannya separuh (1/2) dari ancaman hukuman orang dewasa.

Kasus orang dewasa itu biasanya dalam konteks tindak pidana pembunuhan maksimal 10 tahun.

Baca Juga: DPUPRP Parigi Moutong Perbaiki Jaringan Pipa SPAM Parigimpu’u

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.