Anak Diminta Jadi Pengguna Internet Pintar dan Bijaksana

Anak Diminta Jadi Pengguna Internet Pintar dan Bijaksana
Foto: Illustrasi anak menggunakan internet.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Anak merupakan kelompok rentan yang mendapatkan cukup banyak resiko dari internet, khususnya media sosial. Sehingga, harus menjadi pengguna internet pintar dan bijaksana.

“Itu agar anak tidak terjebak dalam sisi buruknya,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam siaran pers, Senin 19 Juli 2021.

Pihaknya meminta, anak selaku pengguna internet dapat mencari sumber-sumber pemberitaan aktual dan dapat dipertanggungjawabkan melalui akses internet.

Baca juga: Guru hingga Siswa Dapat Bantuan Internet PPKM Darurat

Contohnya, informasi dari akun-akun resmi media sosial milik lembaga-lembaga pemerintahan.

“Kemudian bertanyalah pada orangtua atau guru apabila ada akun yang mencurigakan di media sosial kalian,” kata dia.

Kerentanan anak selaku pengguna internet, diantaranya risiko kekerasan berbasis online, tipu muslihat berupa iming-iming dengan tujuan eksploitasi anak. Termasuk seksual dan pornografi.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengingatkan pengetahuan literasi digital harus dimiliki anak-anak selaku pengguna internet. Terutama untuk menyaring informasi negatif di internet.

“Hal itu merupakan salah satu upaya perlindungan anak dan menciptakan generasi masa depan berkualitas,” kata dia.

Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, berbagai pola prilaku dan kehidupan sehari-hari telah berubah. Internet pun menjadi salah satu kebutuhan penting dari kehidupan.

“Sayangnya kemajuan ini seperti pisau bermata dua yang memiliki banyak risiko,” kata dia.

Pihaknya berharap, semua anak Indonesia dapat menjadi pelopor dan pelapor untuk menyebarkan informasi serta motivasi positif di internet kepada orang lain.

Baca juga: Parigi Moutong Beri Akses Internet di 23 Kecamatan

Literasi digital secara kolaboratif

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba mengatakan, strategi literasi digital untuk anak-anak harus dilakukan secara kolaboratif. Mulai dari pemerintah, penyedia platform digital, masyarakat hingga anak-anak pengguna internet.

“Kami sebagai akselerator, fasilitator dan regulator ekosistem digital di Indonesia telah menerapkan serangkaian upaya dari hulu ke hilir,” kata dia.

Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang-ruang digital nyaman bagi anak. Antara lain melakukan inisiasi penguatan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siber Kreasi Kominfo menyasar 12,4 juta masyarakat setiap tahun.

Targetnya adalah untuk mencapai 50 juta masyarakat terliterasi digital pada tahun 2024 mendatang.

Termasuk penegakan hukum bagi penyebar konten negatif melalui penyediaan informasi. (***)

Baca juga: Kemendikbudristek Cetak Ratusan Buku dan Bahan Bacaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post